Definisi Kepemimpinan


Kepemimpinan mempunyai arti yang berbeda-beda tergantung pada sudut pandang atau perspektif-perspektif dari para peneliti yang bersangkutan, misalnya dari perspektif individual dan aspek dari fenomena yang paling menarik perhatian mereka. Stogdill (1974: 259) menyimpulkan bahwa terdapat hampir sama banyaknya definisi tentang kepemimpinan dengan jumlah orang yang telah mencoba mendefinisikannya. Lebih lanjut, Stogdill (1974: 7-17) menyatakan bahwa kepemimpinan sebagai konsep manajemen dapat dirumuskan dalam berbagai macam definisi, tergantung dari mana titik tolak pemikirannya. Misalnya, dengan mengutip pendapat beberapa ahli, Paul Hersey dan Kenneth H Blanchard (1977: 83-84) mengemukakan beberapa definisi kepemimpinan, antara lain:
* Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry)

* Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H.Koontz dan C. O’Donnell)

* Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R. Tannenbaum, Irving R, F. Massarik).

Untuk lebih mendalami pengertian kepemimpinan, di bawah ini akan dikemukakan beberapa definisi kepemimpinan lainnya seperti yang dikutip oleh Gary Yukl (1996: 2), antara lain:
* Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada dan berada di atas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi (Katz dan Kahn)

* Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan (Rauch dan Behling)

* Kepemimpinan adalah proses memberi arti terhadap usaha kolektif yang mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran (Jacobs dan Jacques)

Menurut Wahjosumidjo (1984: 26) butir-butir pengertian dari berbagai definisi kepemimpinan, pada hakekatnya memberikan makna :

* Kepemimpinan adalah sesuatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti kepribadian, kemampuan, dan kesanggupan.

* Kepemimpinan adalah serangkaian kegiatan pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri

* Kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, bawahan dan situasi.

Dari berbagai definisi yang ada, maka dapat dikatakan bahwa Kepemimpinan adalah
* Seni untuk menciptakan kesesuaian paham
* Bentuk persuasi dan inspirasi
* Kepribadian yang mempunyai pengaruh
* Tindakan dan perilaku
* Titik sentral proses kegiatan kelompok
* Hubungan kekuatan/kekuasaan
* Sarana pencapaian tujuan
* Hasil dari interaksi
* Peranan yang dipolakan
* Inisiasi struktur

Berbagai pandangan atau pendapat mengenai batasan atau definisi kepemimpinan di atas, memberikan gambaran bahwa kepemimpinan dilihat dari sudut pendekatan apapun mempunyai sifat universal dan merupakan suatu gejala sosial.

Teori Kepemimpinan

Teori Kepempinan adalah  penggeneralisasian satu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang histories, sebab musabab timbulnya kepemimpinan, persyaratan menjadi pemimpin, sifat-sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya, serta etika profesi kepemimpinan.

Sebab Musabab Munculnya pemimpin

Tiga teori yang menonjol dalam menjelaskan kemunculan pemimpin adalah:

  • Teori genetic menyatakan bahwa pemimpin itu tidak dibuat  tetapi lahir oleh bakat-bakat alami yang luar biasa sejak lahir.
  • Teori social menyatakan bahwa pemimpin tidak terlahirkan begitu saja  akan tetapi harus disiapkan,dididik, dan disiapkan.
  • Teori ekologis atau sistesis menyatakan bahwa seorang akan sukses jadi pemimpin bila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan dan bakat-bakat itu sempat dikembangkan melaliu pengalaman dan usaha pendidikan juga sesuai dengan tuntutan lingkungan/ekologisnya.

Tipe dan gaya Pemimpin

Pemimpin itu mempunyai sifat, kebiasaan, temperamen, watak dan kepribadian sendiri yang unik khas, sehingga tingkah laku dan gayanyalah yang membedakan dirinya dengan orang lain.W.J Reddin dalam artikelnya What kind of Manager menentukan watak dan tipe pemimpin atas tiga pola dasar, yaitu:

– Berorientasi tugas (task orientation),

– Berorientasi hubungan kerja (relationship orientation),

– Berorientasi hasil yang efektif (effecivess orientation).

Berdasarkan penonjolan  ketiga orientasi tersebut dapat ditentukan delapan tipe kepemimpinan. Yaitu :

  1. Tipe deserter(pembelot)

Sifatnya : bermoral rendah, tanpa pengabdian, tanpa loyalitas dan sukar diramalkan.

  1. Tipe birokrat

Sifatnya : correct, kaku, patuh pada peraturan dan norma-norma, ia adalah manusia organisasi yang tepat, cermat, berdisiplin dank eras.

  1. Tipe misionaris

Sifatnya : terbuka, penolong, lembut hati, ramah-tamah

  1. Tipe developer(pembangun)

Sifatnya : kreatif, dinamis, inovatif, menaruh kepercayaan pada bawahan.

  1. Tipe otokrat

Sifatnya : keras, diktatoris, mau menang sendiri, keras kepala, sombong

  1. Benevolent autocrat(otokrat yang bijak)

Sifatnya : lancar, tertib, ahli dalam mengorganisir, besar rasa keterlibatan diri

  1. Tipe compromiser(kompromis)

Sifatnya : plinat-plinut, selalu mengikuti angina tanpa pendirian, tidak mempunyai keputusan, berpandangan pendek dan sempit.

  1. tipe eksekutif.

Sifatnya ; Bermutu tinggi, dapat memberikan motivasi yang baik, berpandangan jauh, tekun.
Syarat-Syarat Kepemimpinana.       Kekuasaan ialah kekuatan, otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemipin guna mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu.b.      Kewibawaan ialah kelebihan, keunggulan, keutamaan, sehingga orang tersebut patuh pada pemimpin, bersedia melakukan perbuatan-perbuatan tertentu.c.       Kemampuan ialah segala daya, kesanggupan, kekuatan dan kecakapan/ketrampilan teknis maupun social, yang dianggap melebihi dari kemampuan anggota biasa.
Dari beberapa definisi yang dikemukakn itu dapat ditarik kesimpulan bahwa pemimpin adalah pribadi yang memiliki kecakapan khusus, dengan atau tanpa pengangkatan resmi dapat mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya untuk melakukan usaha bersama mengarah pada pencapaian sasaran-sasaran tertentu.

Sifat-Sifat Pemimpin

Ordway Tead dalam tulisanya mengemukakan 10 sifat pemimpin yaitu :

  1. Energi jasmaniah dan mental yaitu mempunyai daya tahan, keuletan, kekuatan atau tenaga yang istimewa yang tampaknya seperti tidak akan pernah habis.
  2. Kesabaran akan tujuan dan arah yaitu memiliki keyakinan yang teguh akan kebeneran dan kegunaan dari semua perilaku yang dikerjakan , dia tahu persis kemana arah yang akan ditujunya , serta pasti memberikan kemanfaatan bagi diri sendiri maupun bagi kelompok yang dipimpinnya.
  3. Antusiasme yaitu bahwa pekerjaan yang dilakukan dan tujuan yang akan dicapai itu harus sehat, berarti, bernilai, memberikan harapan-harapan yang menyenangkan, memberikan sukses, dan menimbulkan semangat serta esprit de corps.
  4. Keramahan dan kecintaan yaitu bahwa effection itu berarti kesayangan, kasih saying, cinta, simpati yang tulus, disertai kesediaan berkorban bagi pribadi-pribadi yang disayangi.
  5. Intregitas yaitu bahwa pemimpin itu harus bersifat terbuka, merasa utuh bersatu, sejiwa, dan seperasaan dengan anak buahnya bahkan merasa senasib dan sepenanggungan dalam satu perjuangan yang sama.
  6. Penguasaan teknis yaitu bahwa setiap pemimpin harus memiliki satu atau beberapa kemahiran teknis tertentu agar dia mempunyai kewibawaan dan kekuasaan untuk memimpin kelompoknya.
  7. Ketegasan dalam mengambil keputusan yaitu bahwa pimpinan yang berhasil itu pasti dapat mengambil keputusan secara tepat, tegas dan cepat, sebgai hasil dari kearifan dan pengalamannya.
  8. Kecerdasan yaitu bahwa kecerdasan yang perlu dimiliki oleh setiap pemimpin itu merupakan kemampuan untuk melihat memahami dengan baik, mengerti sebab dan akibat kejadian, menemukan hal-hal yang krusial dan cepat menemukan cara penyelesainnya dalam waktu singkat.
  9. Ketrampilan mengajar yaitu bahwa pemimpin yang baik itu adalah seorang guru pula, yang mampu menuntun, mendidik, mengarahkan, mendorong(memotivir), dan menggerakkan anak buahnya untuk berbuat sesuatu.
  10. Kepercayaan yaitu bahwa keberhasilan pemimpin itu pada umumnya selalu didukung oleh kepercayaan anak buahnya. Yaitu kepercayaan bahwa para anggota pasti dipimpin dengan baik, dipengaruhi secara positif dan diarahkan pada sasaran-sasaran yang benar.

Beberapa Kelemahan Teori Sifat

Berdasarkan pendapat tokoh-tokoh seperti : Barnard, Ordway Tead, Millet, Stogdill, Davis, G.R. Terry, Ruslan Abdulgani dapat saya simpulkan bahwa didalam perkembangan teori sifat ini disamping mengalami tantangan dan reaksi dari berbagai pihak, didalam prakteknya memang ada kelemahan-kelemahan yang sulit untuk dipraktekkan. Berbagai kelemahan teori sifat tersebut ialah :

  1. Diantara para pendukungnya sendiri tidak ada kesepakatan mengenai sifat-sifat pemimpin tersebut sehingga timbul berbagai pendapat diantara pendukung-pendukung teori tersebut.
  2. Tidak selalu ada relevensi antara sifat-sifat yang dianggap tersebut dengan efektivitas kepemimpinan.
  3. Terlalu sulit untuk menentukan dan mengukur masing-masing sifat yang sangat berbeda-beda satu daripada yang lain.
  4. Situasi dan kondisi tertentu dimana kepemimpinan dilaksanakan memerlukan sifat-sifat pemimpin tertentu pula.
  5. Teori sifat terlalu bersifat deskriptif, tidak memberikan analisis bagaimana sifat-sifat itu kaitannya dengan keberhasilan seorang pemimpin.

ciri-ciri seorang pemimpin yang sukses:

  1. Selalu Membuat Perencanaan

Seorang pemimpin harus berkeinginan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Meskipun para pemimpin dituntut untuk mampu memvisualisasikan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang harus dicapai oleh organisasinya, kemampuan untuk memvisualisasikan tujuan-tujuan jangka panjanglah yang paling penting. Untuk mencapai tujuan jangka panjang itulah, kadang-kadang seorang pemimpin harus berani mengalami kerugian jangka pendek atau kemunduran dalam tahun-tahun pertama. Namun, jika mereka terus bertahan, mereka akan mengalami kesuksesan.

  1. Kemampuan untuk Mengajar

Seorang pemimpin yang baik membutuhkan tim yang baik pula. Ia tahu tujuan yang perlu dicapai dan memahami pentingnya mengomunikasikan tujuan tersebut secara jelas dan efektif kepada anggota timnya. Hal ini mengharuskan seorang pemimpin mengajar anggota timnya tentang apa tanggung jawab mereka, baik secara pribadi maupun sebagai tim. Cara terbaik untuk mengomunikasikan tujuan itu adalah dengan berdialog. Dengan demikian, setiap anggota tim dimungkinkan untuk membagi ide-ide mereka tentang bagaimana bekerja dalam cara yang paling efisien dengan sang pemimpin. Memberi perintah dengan rasa hormat adalah kunci sukses di bidang ini.

  1. Kemampuan untuk Mendengarkan dengan Baik

Bekerja dengan tim menuntut seorang pemimpin memahami sikap anggota timnya. Ini berarti berusaha memahami motivasi mereka dan berusaha mencari solusi untuk masalah atau hambatan mereka. Seorang pemimpin yang menjadi pendengar yang baik dan memiliki pikiran yang terbuka akan memiliki keuntungan, saat berhadapan dengan masalah yang berkaitan dengan bawahannya. Misalnya, jika salah satu dari anggota tim tidak setuju dengan keputusan pemimpin, penting bagi pemimpin untuk dengan saksama mendengarkannya dan berusaha mencapai suatu kompromi yang dapat diterima. Pemimpin harus memperlakukan bawahan mereka dengan hormat dan tanpa diskriminasi di setiap bidang pekerjaan. Selain bijak, hal ini juga sesuai dengan hukum.

  1. Delegasi

Pemimpin gereja atau pelayanan bertanggung jawab penuh atas semua pekerjaan yang berlangsung dalam organisasi. Oleh sebab itu, penting bagi pemimpin untuk mendelegasikan secara bijak tugas tertentu kepada para bawahannya. Namun, hal itu harus dilakukan tanpa melepas tanggung jawab utamanya. Untuk mendelegasikan sebuah tugas, pemimpin perlu membangun sebuah tim yang tiap-tiap anggotanya memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Sebaliknya, anggota tim perlu bekerja menuju hasil akhir dari tugas mereka masing-masing. Sekali lagi, komunikasi yang efektif memainkan peranan yang penting dalam hal ini.

  1. Keyakinan Diri

Pemimpin yang sukses belajar untuk percaya pada diri dan kemampuan mereka sendiri. Mereka tidak bisa membiarkan rasa takut terhadap kegagalan mengalahkan mereka, bahkan ketika sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Mereka harus tetap optimis dan bergerak maju kepada tujuan yang berikutnya. Stres dan rasa takut merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai hal itu membuat pemimpin tenggelam dalam keraguan diri yang merusak. Pemimpin perlu mencari solusi dengan percaya diri untuk mengatasi hal-hal yang menyebabkan rasa takut dan stres tersebut.

  1. Kemampuan untuk Memotivasi

Seorang pemimpin yang sukses menunjukkan rasa hormat kepada anggota timnya secara konsisten. Mereka ingin memastikan bahwa pekerjaan anggota tim mereka diakui dan dihargai. Ini merupakan kunci utama untuk memotivasi anggota tim mereka. Menentukan terlebih dahulu apa penghargaan yang akan diterima oleh anggota tim dan bagaimana cara memberikannya, ditambah dengan mengomunikasikan penghargaan dan pedoman secara jelas, akan membuat program yang jelas untuk diikuti oleh setiap anggota tim.

  1. Fleksibilitas dan Kesabaran

Seorang pemimpin yang sukses harus mampu memberikan perintah tentang tugas-tugas yang perlu dikerjakan, namun terbuka terhadap detail-detail serta taktik yang dipilih oleh anggota timnya. Pemimpin yang menyambut dan mendengarkan masukan anggota tim, akan menciptakan sebuah lingkungan yang di dalamnya para anggota tim merasa memiliki tugas yang diberikan kepada mereka. Hal ini juga dapat sangat memotivasi mereka. Proses ini memang dapat memperlambat kemajuan awal, tetapi seiring berjalannya waktu, akan terbukti jauh lebih produktif. Memang membutuhkan kesabaran yang besar dari pemimpin dalam proses ini, tetapi akan memberikan keuntungan besar berupa produktivitas yang lebih tinggi, pergantian staf yang lebih rendah, sukacita yang lebih besar, dan kepuasan bagi semua orang yang terlibat.

Tugas pokok kepemimpinan yang berupa mengantarkan, mengelompokkan, memberi petunjuk, mendidik, membimbing an sebagainya, yang secara singkat menggerakkan enam M. agar para bawahan mengikuti jejak pemimpin mencapai tujuan organisasi, hanya dapat melaksanakan secara baik bila seorang pemimpin menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.

Fungsi – fungsi kepemimpinan adalah sebagai berikut :

1. Fungsi Perencanaan

Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruh bagi organisasi dan bagi diri sendiri selaku penanggung jawab tercapainya tujuan organisasi. Manfaat – manfaat tersebut antara lain :

a. Perencanaan merupakan hasil pemikiran dan analisa situasi dalam pekerjaanuntuk memutuskan apa yang akan dilakukan

b. Perencanaan berarti pemikiran jauh ke depan disertai keputusan – keputusan yang berdasarkan atas fakta – fakta yang diketahui

c. Perencanaan berarti proyeksi atau penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dan tujuan atau target yang akan dicapai.

Perencanaan meliputi dua hal, yaitu :

a. Perencanaan tidak tertulis yang akan digunakan dalam jangka pendek, pada keadaan darurat, dan kegiatan yang bersifat terus menerus.

b. Perencanaan tertulis yang akan digunakan untuk menentukan kkegiatan – kegiatan yang akan dilakukan atas dasar jangka panjang dan menentukan prosedur – prosedur yang diperlukan

Setiap rencana yang baik akan berisi :

a. Maksud dan tujuan yang tetap dan dapat dipahami

b. Penggunaan sumber – sumber enam M secara tepat

c. Cara dan prosedur untuk mencapai tujuan tersebut

2. Fungsi memandang ke depan

Seorang pemimpin yang senantiasa memandang ke depan berarti akan mampu mendorong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan. Hal ini memberikan jaminan bahwa jalannya proses pekerjaan ke arah yang dituju akan dapat berlangusng terus menerus tanpa mengalami hambatan dan penyimpangan yang merugikan. Oleh sebab seorang pemimpin harus peka terhadap perkembangan situasi baik di dalam maupun diluar organisasi sehingga mampu mendeteksi hambatan-hambatan yang muncul, baik yang kecil maupun yang besar.

3. Fungsi pengembangan loyalitas

Pengembangan kesetiaan ini tidak saja diantara pengikut, tetapi juga unutk para pemimpin tingkat rendah dan menengah dalam organisai. Untuk mencapai kesetiaan ini, seseorang pemimpin sendiri harus memberi teladan baik dalam pemikiran, kata-kata, maupun tingkah laku sehari – hari yang menunjukkan kepada anak buahnya pemimpin sendiri tidak pernah mengingkari dan menyeleweng dari loyalitas segala sesuatu tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

4. Fungsi Pengawasan

Fungsi pengawasan merupakan fungsi pemimpin untuk senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan – hambatan dapat segera diketemukan, untuk dipecahkan sehingga semua kegiatan kembali berlangsung menurut rel yang elah ditetapkan dalam rencana .

5. Fungsi mengambil keputusan

Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu banyak pemimpin yang menunda untuk melakukan pengambilan keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia, dewan, komisi, referendum, mengajukan usul tertulis dan lain sebagainya.

Dalam setiap pengambilan keputusan selalu diperlukan kombinasi yang sebaik-baiknya dari :

a. Perasaan, firasat atau intuisi

b. Pengumpulan, pengolahan, penilaian dan interpretasi fakta-fakta secara rasional – sistematis.

c. Pengalaman baik yang langusng maupun tidak langsung.

d. Wewenang formal yang dimiliki oleh pengambil keputusan.

Dalam pengambilan keputusan seorang pemimpin dapat menggunakan metode – metode sebagai berikut :

a. Keputusan – keputusan yang sifatnya sederhana individual artinya secara sendirian.

b. Keputusan – keputusan yang sifatnya seragam dan diberikan secara terus menerus dapat diserahkan kepada orang – orang yang terlatih khusus untuk itu atau dilakukan dengan menggunakan komputer.

c. Keputusan – keputusan yang bersifat rumit dan kompleks dalam arti menjadi tanggung jawab masyarkat lebih baik diambil secara kelompok atau majelis.

Keputusan – keputusan yang bersifat rumit dan kompleks sebab masalahnya menyangkut perhitungan – perhitungan secara teknis agae diambil dengan bantuan seorang ahli dalam bidang yang akan diambil keputusannya.

6. Fungsi memberi motivasi

Seorang pemipin perlu selalu bersikap penuh perhatian terhadap anak buahnya. Pemimpin harus dapat memberi semangat, membesarkan hati, mempengaruhi anak buahnya agar rajinbekerja dan menunjukkan prestasi yang baik terhadap organisasi yang dipimpinnya. Pemberian anugerah yang berupa ganjaran, hadiah, piujian atau ucapan terima kasih sangat diperlukan oleh anak buah sebab mereka merasa bahwa hasil jerih payahnya diperhatikan dan dihargai oleh pemimpinnya.

Di lain pihak, seorang pemimpin harus berani dan mampu mengambil tindakan terhadap anak buahnya yang menyeleweng, yang malas dan yang telah berbuat salah sehingga merugikan organisasi, dengan jalan memberi celaan, teguran, dan hukuman yang setimpal dengan kesalahannya. Untuk melaksanakan fungsi fungsi ini sebaik- baiknya, seorang pemimpin perlu menyelenggarakan daftar kecakapan dan kelakuan baik bagi semua pegawai sehingga tercatat semua hadiah maupun hukuman yang telah diberikan kepada mereka.

Menurut William R. Lassey dalam bukunya Dimension of Leadership, menyebutkan dua macam fungsi kepemimpinan, yaitu kepemimpinan, yaitu :

1. Fungsi menjalankan tugas

Fungsi ini harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Yang tergolong fungsi ini adalah :

a. Kegiatan berinisiatif, antara lain usul pemecahan masalah, menyarankan gagasan – gagasan baru, dan sebagainya.

b. Mencari informasi, antara lain mencari klasifikasi terhadap usul – usul atau saran serta mencari tambahan informasi yang diperlukan.

c. Menyampaikan data atau informasi yang sekiranya ada kaitannya dengan pengalamannya sendiri dalam menghadapi masalah yang serupa.

d. Menyampaikan pendapat atau penilaian atas saran – saran yang diterima.

e. Memeberikan penjelasan dengan contoh – contoh yang lebih dapat mengembangkan pengertian.

f. Menunjukkan kaitan antara berbagai gagasan atau saran-saran dan mencoba mengusulkan rangkuman gagasan atau saran menjadi satu kesatuan.

g. Merangkum gagasan-gagasan yang ada kaitannya satu sama lain menjadi satu dan mengungkapkan kembali gagasan tersebut setelah didiskusikan dalam kelompok.

h. Menguji apakah gagasan-gagasan tersebut dapat dilaksanakan dan menilai keputusan-keputusan yang akan dilaksanakan.

i. Membandingkan keputusan kelompok dengan standar yang telah ditetapkan dan mengukur pelaksanaannya dengan tujuan yangb telah ditetapkan.

j. Menentukan sumber-sumber kesulitan, menyiapkan langkah-langkah selanjutnya yang diperlukan, dan mengatasi rintangan yang dihadapi untuk mencapai kemajuan yang diharapkan.

2. Fungsi pemeliharaan.

Fungsi ini mengusahakan kepuasan, baik bagi pemeliharaan dan pengembangan kelompok untuk kelangsungan hidupnya. Yang termasuk fungsi ini antara lain :

a. Bersikap ramah, hangat dan tanggap terhadap orang lain, mau dan dapat memujiorang lain atau idenya, serta dapat menerima dan menyetujui sumbangan fikiran orang lain.

b. Mengusahakan kepada kelompok, mengusahakan setiap anggota berbicara dengan waktu yang dibatasi, sehingga anggota kelompok lain berkesempatan untuk mendengar.

c. Menentukan penggunaan standar dalam pemilihan isi, prosedur dan penilaian keputusan serta mengingatkan kelompok untuk meniadakan keputusann yang bertentangan dengan pedoman kelompok.

d. Mengikuti keputusan kelompok, menerima ide orang lain, bersikap sebagai pengikut/pendengar sewaktu kelompok sedang berdiskusi dan mengambil keputusan.

e. Menyelesaikan perbedaan-perbedaan pendapat dan bertindak sebagai penengah untuk mengkompirmasikan pemecahan masalah.

Disamping kedua pendapat tersebut tentang fungsi kepemimpinan, pendapat lain mengemukakan bahwa fungsi kepemimpinan adalah memberikan pendapat yang terakhir mengatakan bahwa fungsi kepemimpinan adalah menciptakan struktur untuk pencapaian tujuan, mempertahankan dan mengamankan integritas organisasi dan medamaikan perbedaan yang terjadi dalam kelompok menuju ke arah kesepakatan bersama.

Hasil Riset Kepemimpinan

Hasil Penelitian Universitas Michigan

HASIL PENELITIAN UNIVERSITAS MICHIGAN

Penelitian yang dilakukan Universitas Michigan menemukan adanya dua macam perilaku kepemimpinan, yaitu “the job – centered” (terpusat pada pekerjaan), dan “the employee – centered” (terpusat pada pegawai).

Perilaku kepemimpinan yang terpusat pada pekerjaan memiliki ciri-ciri yang sama dengan perilaku struktur tugas, sedangkan perilaku kepemimpinan yang terpusat pada pegawai memiliki ciri yang sama dengan perilaku tenggang rasa.

Dengan demikian baik penelitian yang dilakukan oleh Universitas Ohio maupun penelitian yang dilakukan oleh Universitas Michigan menemukan hal yang sama yaitu adanya dua macam perilaku kepemimpinan.

Perbedaan antara kedua penelitian tersebut adalah terletak pada perbedaan hubungan antara dua macam perilaku yang  berhasil ditemukan.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan  oleh Universitas Ohio perilaku struktur tugas dan perilaku tenggang rasa berdiri bebas tidak saling mempengaruhi seperti telah diuraikan di depan.

Sebaliknya menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Michigan perilaku yang terpusat pada pekerjaan dan perilaku yang terpusat pada pegawai saling berhubungan sebagai suatu kontium.

Artinya seseorang pemimpimpin yang berperilaku terpusat pada pekerjaan dengan derajat yang tinggi akan berakibat perilakunya yang terpusat pada pegawai rendah;

Seorang pemimpin yang berperilaku terpusat pada pekerjaan dengan derajad yang rendah akan berakibat perilakunya yang terpusat pada pegawai berderajad tinggi.

HASIL PENELITIAN UNIVERSITAS OHIO

Menurut Hasil Penelitian yang dilakukan Universitas Ohio dapat dibedakan adanya dua macam perilaku kepemimpinan, yaitu “initiating structure” (struktur tugas) dan “consideration” (tenggang rasa).

Perilaku kepemimpinan struktur tugas mengandung ciri-ciri sebagai berikut:

1.       Mengutamakan tercapainya tujuan;

2.       Mementingkan produksi yang tinggi;

3.       Mengutamakan penyelesaian tugas menurut jadwal yang telah ditetapkan;

4.       Lebih banyak melakukan pengarahan;

5.       Melaksanakan tugas dengan melalui prosedur ketat;

6.       Melakukan pengawasan secara ketat;

7.       Penilaian terhadap pejabat semata-mata berdasarkan hasil kerja;

Perilaku kepemimpinan tenggang rasa mengandung ciri-ciri sebagai berikut:

1.       Memperhatikan kebutuhan bawahan;

2.       Berusaha menciptakan suasana saling percaya;

3.       Berusaha menciptakan suasana saling harga menghargai;

4.       Simpati terhadap perasaan bawahan;

5.       Memiliki sikap bersahabat;

6.       Menumbuhkan peranserta bawahan dalam pembuatan keputusan dan kegiatan lain;

7.       Lebih mengutamakan pengarahan diri, mendisiplin diri, mengontrol diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s