Sumber Informasi GIS

Ciri-ciri informasi yang diperlukan :

  • Pengetahuan hasil pengalaman
  • Tersusun secara sistematis
  • Logis
  • Objektif (Sasaran jelas dan teruji)

 

Geografi adalah kajian ilmiah gejala alam dan sosial dari sudut pandang spasial dan regional, bersumber dari :

  • Gejala Litosfer, berupa relief dan topologi, jenis tanah dan batuan, sistem pelapisan. Contoh : Batu vulkanik.
  • Gejala Hidrosfer, berupa peristiwa kawasan perairan (darat maupun laut), bentuk, sifat, dan fenomenanya. Contoh : Dangkalan sunda.
  • Gejala Atmosfer, berupa cuaca dan iklim, unsur dan faktor yang mempengaruhinya. Contoh : Curah hujan.
  • Gejala Biosfer, berupa tumbuhan, hewan, dan manusia yang dipengaruhi oleh gejala litosfer, hidrosfer, dan atmosfer. Contoh : Persebaran sumber daya alam hayati(hidup) di Indonesia.
  • Gejala Sosial Budaya, berupa kehidupan masyarakat (kemajuan ilmu pengetahuan ataupun ilmu teknologi). Contoh : Persebaran Objek Wisata di Jawa Barat.

 

Komponen GIS

1. Hardware, terdiri dari komputer dan instrumennya. Ada 3 kelompok hardware, yaitu

  • Input adalah alat masukan data ke dalam jaringan komputer. Contoh : sanner, digitizer, dan CD-ROM.
  • Pemroses adalah alat untuk mengelola, menganalisa, dan menyimpan data yang masuk sesuai kebutuhan. contoh : CPU, Disk Drive, Tape drive.
  • Output adalah alat menayangkan informasi geografi sebagai data proses GIS. Contoh : VDU, Plotter, Printer.

2. Software adalah sistem modul untuk memasukan, menyimpan, dan mengeluarkan data.

3. Brainware adalah kemampuan manusia dalam memanfaatkan dan mengelola GIS secara efektif.

 

Cara Pengelolaan Informasi Geografi

Secara umum, proses GIS terdiri atas 3 bagian (subsistem), yaitu

1. Subsistem input data, memasukan dan mengubah data asli ke bentuk yang dapat diterima dan dipakai GIS.

Ada 2 data dasar geografi, yaitu

  • data spasial(ruangan) adalah data yang menunjukkan ruang, lokasi, tempat di permukaan bumi yang berasal dari peta analog, foto udara dan penginderaan jauh cetak kertas.
  • data atribut(deskriptif) adalah data yang terdapat di dalam lokasi, tempat yang diperoleh dari data statistik, sensus, tabular, dll.

Data spasial dan atribut disimpan dalam bentuk :

  • titik(dot), seperti ketinggian tempat, lokasi, curah hujan, dan topologi.
  • garis(vektor), seperti jaringan jalan, aliran pola sungai, pipa air minum, dan garis kontur.
  • polygon(area), seperti daerah administrasi, geologi, geomorfologi, jenis tanah, penggunaan tanah.
  • pixel(grid), seperti citra satelit, dan foto udara.

Data dasar yang dimasukan dalam GIS diperoleh dari 3 sumber :

  • data lapangan(teristik), diperoleh dari secara langsung melalui hasil pengamatan di lapangan. contoh : kepadatan penduduk dan jenis tanah.
  • data peta, diperoleh dari peta, lalu diubah ke bentuk digital.
  • data penginderaan jauh, berbentuk citra dan foto udara.

2. subsistem manipulasi dan analisa data ; menyimpan, menimbun, menarik kembali data dasar dan menganalisa data yang tersimpan di komputer.

ada beberapa macam analisa data :

  • analisa lebar ; menghasilkan daerah tepian sungai dengan lebar tertentu.
  • analisa penjumlahan aritmatika
  • analisa garis dan bidang ; menemukan wilayah dalam radius tertentu.

3. subsistem output data ; menayangkan info geografi sebagai hasil analisa data dalam proses gis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s