BAB I
KOSEP DASAR
SISTEM DAN INFORMASI

1.1. KONSEP DASAR

1.1.1. Pengertian Prosedur

Agar Lebih mudah memahami apa dan bagaimana sistem itu akan di gunakan maka terdapat 2 kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan suatu sistem yakni pemahaman sistem dengan pendekatan prosedur dan pemahaman sistem yang menekanakn pada pendekatan komponen atau elemennya.
Pemahaman sistem dengan pendekatan prosedur mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama – sama untuk melekukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Prosedur adalah rangkaian operasi yang melibatkan beberapa benda ( seperti ALU, Control Unit ) di dalam satu atau lebih komponen
( seperti memori dan CPU, jika dalam satu komputer ) yang digunakan untuk menjamin penanganan yang seragam dari aktivitas – aktivitas pengolahan yang terjadi serta untuk menyelesaikan suatu kegiatan pengolahan data tertentu. Urutan kegiatan digunakan untuk menjelaskan apa ( what ) yang harus dikerjakan, serta berapa banyak kuantitas pekerjaan tersebut, siapa ( who ) yang mengerjakannya , kapan ( when ) di kerjakan dan bagaimana ( how ) mengerjakannya.

1.1.2. Komponen / Elemen
Pemahaman sistem yang menekankan pada pendekatan komponen atau elemen mendefinisikan sistem sebagai kumpulan dari elemen – elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Suatu sistem dapat dapat terdiri dari beberapa subsistem . Subsistem – subsistem tersebut dapat pula terdiri dari beberapa susbsistem yang lebih kecil. Contoh Sistem komputer akan terdiri dari subsistem Central Processing Unit ( CPU ), subsistem memori, subsistem Input/ Output, dan subsistem System Interconection ( Bus ). Sementara subsistem – subsistem Central Processing Unit ( CPU ) akan terdiri dari subsistem – subsistem Arithmatic Logical Unit ( ALU ), subsistem – subsistem Control Unit ( CU ) , dan subsistem – subsistem register. Demikian juga subsistem memori akan terdiri dari subsistem – subsistem internal memory, dan subsistem – subsistem external memory.
Subsistem – subsistem berinteraksi sedemikian rupa sehingga tercapai satu kesatuan yang terpadu dan terintegrasi ( integrated ). Kita bisa membayangkan apabila suatu sistem komputer dimana masing-masing komponenya bekerja sendiri – sendiri dan tidak terintegrasi dengan baik, maka tujuan dari sistem komputer tersebut tidak aakn tercapai. Konsep sebuah sistem menuntut perancangnya untuk mempertimbangkan sistem sebagai suatu keseluruhan Akan tetapi keseluruhan sistem mungkin terlalu besar untuk dianalisis secara terperinci dan oleh Karena itu sistem dibagi atau diuraikan atas beberapa subsistem. Pengertian dari sebuah subsistem sebenarnya merupakan bagian dari sistem itu sendiri. Dibawah ini akan dijelaskan mengeneai pengertian dan definisi dari subsistem. Norman L Enger menyatakan dalam bukunya bahwa subsistem adalah serangkaian kegiatan yang dapat ditentukan identitasnya yang berhubungan dalam suatu sistem. Sedangkan Gordon B. Davis dalam bukunya menyatakan bahwa sistem terbagi atas beberapa faktor atau unsur – unsur ke dalam beberapa subsistem.
Suatu sistem yang baik harus mempunyai tujuan ( goal ) dan sasaran
( objectives ) yang tepat karena hal ini akan sangat menentukan dalam mendefinisikan masukan yang dibutuhkan sistem dan juga keluaran yang dihasilkan.

1.2. SISTEM

Sistem merupakan kumpulan elemen – elemen yang saling terkait dan bekerja sama untuk memproses masukan ( input ) yang ditujukan kepada sistem tersebut dan mengolah masukan tersebut sampai menghasilkan keluaran ( output ) yang diinginkan.
Suatu sistem pada dasarnya sekelompok unsur – unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain yang berfungsi untuk mencapai tujuan tertentu. Dari definisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umum yaitu sebagai berikut:
1. Suatu sistem terdiri dari berbagai unsur. Seperti sistem pernafasan kita terdiri dari sekelompok unsur yaitu hidung, saluran pernafasan, paru-paru dan darah. Unsur-unsur suatu sistem terdiri dari subsistem yang lebih kecil yang terdiri pula dari kelompok-kelompok unsur yang membentuk subsistem tersebut.
2. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem yang bersangkutan.Unsur-unsur sistem berhubungan erat satu sama lain dimana sifat serta kerjasama antar unsur dalam sistem tersebut mempunyai bentuk tertentu.
3. Unsur-unsur didalam sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem. Seperti sistem pernafasan yang bertujuan untuk menyediakan oksigen dan membuang karbon dioksida dari tubuh untuk kelangsungan hidup.
4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar. Seperti sistem pernafasan merupakan bagian dari sistem metabolisme tubuh.

Menurut Davis ( 1985 ) yang mendefinisikan sistem sebagai bagian – bagian yang saling berkaitan yang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud. Sedangkan Lucas ( 1998 ) mendefinisikan sistem sebagai suatu komponen atau variable yang terorganisir, saling berinteraksi, saling bergantung, satu sama lain dan terpadu. Sebuah sistem mempunyai tujuan atau sasaran. McLeod berpendapat, sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai susatu tujuan. Begitu pula RoberG. Murdick ( 1993 ), medefinisikan suatu sistem sebagai perangkat elemen – elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur didefinisikan bahwa sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu saasaran tertentu ( Gerald.J.1991 ) .
Agar lebih memahami definisi sistem secara fisik diberikan contoh dibawah ini:
NAMA SISTEM DESKRIPSI
Sistem Peredaran darah Hati & pembuluh darah yang mengalirkan darah keseluruh tubuh.
Sistem Transportasi Personil, mesin dan organisasi yang mengangkut barang.
Sistem Senjata Peralatan, tata cara dan personil yang dapat menggunakan senjata tersebut.
Sistem Sekolah Bangunan, guru, pegawai administrasi, buku pegangan dan
lain sebagainya, yang berfungsi sama-sama memberikan pelajaran kepada murid
Sistem Komputer Keyboard, Monitor, CPU, dan lain-lain yang secara bersama melaksanakan proses komputasi.
Sistem Akuntansi Transaksi, catatan, peraturan, tata cara dan peralatan serta personil yang dapat mencatat data, mengolah transaksi sampai dengan menyiapkan laporan.
Tabel 1.1 Contoh sistem secara fisik
Dari uraian diatas maka timbul suatu pertanyaan “Untuk apa suatu sistem diciptakan?”. Suatu sistem dibuat untuk menangani suatu sistem yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.
Teori sistem secara umum pertama kali diuraikan oleh Kenneth Boulding, terutama menekankan pentingnya perhatian terhadat setiap bagian yang membentuk sebuah sistem. Teori sistem mengatakan bahwa setiap unsur pembentuk organisasi adalah penting dan harus mendapatkan perhatian yang utuh supaya manajer dapat bertindak lebih efektif. Teori sistem melahirkan konsep-konsep “Futuristik” antara lain yang terkenal adalah “konsep sibernetika (cybernetics)” yang menjelaskan tentang konsep atau bidang kajian ilmiah yang terutama berkaitan dengan upaya-upaya untuk menerapkan berbagai disiplin ilmu seperti ilmu prilaku, fisika, biologi dan teknik. Kemudian melahirkan juga konsep “Sinergi” konsep ini menandakan bahwa di dalam suatu sistem, output dari suatu organisasi diharapkan lebih besar daripada output individual atau output masing-masing bagian.

1.2.1. Elemen – Elemen Sistem

Sistem juga merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling terkait dan bekerja sama untuk memproses masukkan (input) yang ditujukan kepada sistem tersebut dan mengolah masukkan tersebut sampai menghasilkan keluaran (output ) yang diinginkan. Elemen-elemen yang terdapat didalam sistem meliputi sebagai berikut:
1. Tujuan Sistem
Tujuan sistem merupakan tujuan dari sistem tersebut dibuat. Tujuan sistem dapat berupa tujuan organisai, kebutuhan organisasi, permasalahan yang ada dalam suatu organisasi maupun urutan prosedur untuk mencapai tujuan organisasi.
Contoh: Tujuan sistem komputer yang digunakan dalam perusahaan ini adalah membantu tugas yang dilakukan oleh manusia dimana dalam hal ini adalah membuat laporan untuk menampilkan gaji para karyawan.
2. Batasan Sistem
Batasan sistem merupakan sesuatu yang membatasi sistem dalam mencapai tujuan sistem. Batasan sistem dapat berupa peraturan-peraturan yang ada dalam suatu organisasi, biaya-biaya yang dikeluarkan, orang-orang yang ada dalam organisasi, fasilitas baik itu sarana dan prasarana maupun batasan yang lain.
Contoh: kalau pada komputer batasan sistem yaitu kapasitas atau kemampuan yang dimiliki oleh komputer dalam pengolahan data dalam hal ini data karyawan atau tenaga manusia yang mengoperasikan komputer. Misalkan data yang dimasukkan akan ribuan , sedangkan komputer yang digunakan masih menggunakan prosesor 486 akan terasa lambat. Misalkan juga, tenaga manusia yang mengoperasiakn komputer tidak pernah menggunakan komputer maka penggunaan komputer tersebut juga akan percuma.
3. Kontrol Sistem
Kontrol sistem merupakan pangawasan terhadap pelaksanaan pencapaian tujuan dari sistem tersebut. Kontrol sistem dapat berupa kontrol terhadap pemasukkan data (input), kontrol terhadap keluaran data (output), kontrol sistem terhadap pengolahan data, kontrol sistem terhadap umpan balik dan sebagainya.
Contoh: Karena komputer dipakai untuk mengolah data maka bagian kontrol terletak pada prosesor yang digunakan dalam komputer tersebut.
4. Input
Input merupakan elemen dari sistem yang bertugas untuk menerima seluruh masukan data, dimana masukkan tersebut dapat berupa jenis data, frekuensi pemasukkan data dan sebagainya.
Contoh: Input pada sistem komputer merupakan elemen sistem yang bertugas untuk memasukkan data ke dalam komputer. Dalam hal ini contohnya adalah keyboard, mouse, light pen dan sebagainya.
5. Proses
Proses merupakan elemen dari sistem yang bertugas untuk mengolah atau memproses seluruh masukkan data menjadi suatu informasi yang lebih berguna.
Contoh: Sistem produksi akan mengolah bahan baku yang berupa bahan mentah menjadi bahan jadi yang siap adigunakan.
6. Output
Output merupakan hasil dari input yang telah diproses oleh bagian pengolah dan merupakan tujuan akhir sistem. Output ini bisa berupa laporan grafik, diagram batang dan sebagainya.
Contoh: printer, monitor dan sebagainya.
7. Umpan Balik
Umpan balik merupakan elemen dalam sistem yang bertugas mengevaluasi bagian dari output yang dikeluarkan, dimana elemen ini sangat penting demi kemajuan sebuah sistem. Umpan balik ini dapat berupa perbaikan sistem, pemeliharaan sistem dan sebagainya.
Contoh: Perawatan dan perbaikan suatu program .
Elemen- elemen sistem tersebut dapat dilihat dengan jelas pada gambar yang ada dibawah ini.

Gambar 1.1 Elemen-elemen sistem

Dari gambar diatas, bisa dijelaskan sebagai berikut: Tujuan, batasan, dan kontrol sistem akan berpengaruh pada input , proses dan output. Input yang masuk dalam sistem akan diproses dan diolah sehingga menghasilkan output. Output tersebut akan dianalisa dan akan menjadi umpan balik bagi sipenerima dan dari umpan balik ini akan muncul segala macam pertimbangan untuk input selenjutnya. Selanjutnya siklus ini akan berlanjut dan berkembang dengan permasalahan yang ada.

1.2.2. Karakteristik Sistem

Model umum sebuah sistem terdiri dari input , proses dan output. Hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana mengingat sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran sekaligus. Selain itu sebuah sistem juga memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu , yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat-sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar yang disebut dengan Supra Sistem.
Contoh Sistem Administrasi Akademik akan terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi seperti komponen Nilai, Kartu Hasil Studi, Kartu Rencana Studi, Indeks Kinerja Akademik Dosen, dan lain – lain. Dan setiap susbsistem atau komponen seperti kartu Hasil Studi akan mempunyai karakterisitik tersendiri, dan bisa saja berbeda dengan karakteristik dari subsistem atau komponen Kartu Rencana Studi, dan Indeks Kinerja Akademik Dosen.
2. Batasan Sistem (Boundry)
Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar sistem yang bersifat merugikan merupakan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup sistem.
4. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini
memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk susbsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

5. Masukan Sistem (Input)
Masukan sistem merupakan energi yang dimasukan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintanance Input adalah energi yang
dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
6. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna merupakan hasil sisa pembuangan, sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
7. Pengolah system (Process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.
8. Sasaran Sistem (Objective)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Interface

Boundry

Boundry

Boundry

Gambar 1.2. Karakteristik Sistem

1.2.3. Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya, adalah sebagai berikut:
1. Sistem abstrak (abstract system) dan system fisik (physical system)
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.
Contoh: Sistem Teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan.
Sistem fisik, adalah sistem yang ada secara fisik.
Contoh: Sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dan lain sebagainya.
2. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system)
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia.
Contoh: Sistem perputaran bumi, terjadinya siang dan malam, sistem rotasi bumi, sistem gravitasi dan sebagainya.
Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi anatara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine system.
Contoh: sistem pengolahan gaji
3. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system).
Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan.
Contoh: sistem komputer yaitu sistem yang dapat diramalkan yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan.
Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
Contoh: Sensus penduduk.
4. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system)
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak di luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataan tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relative tertutup,tidak benar-benar tertutup).
Contoh : Sistem pengendalian persediaan yang dijelaskan pada gambar dibawah ini:

Gambar 1.3. Sistem Relatif Tertutup Pengendalian Persedian

Keterangan:
Dalam sistem yang relative tertutup, proses komputer secara otomatis yang akan menyeleksi barang manakah yang harus dipesan kembali tanpa turut campur tangan manusia.
Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik.
Contoh: dapat dilihat pada gambar yang ada dibawah ini.

Manusia

Gambar 1.4. Sistem Terbuka Pengendalian Persedian

Keterangan:
Pada sistem terbuka ini, pengendalian persediaan barang ditangani oleh manusia. Dari hasil laporan yang dihasilkan komputer, dipilih satu persatu unit barang yang sudah lebih kecil atau sama dengan reorder point untuk dilakukan ordetr pembelian.
Sistem yang akan kita pelajari adalah sistem yang torotomasi, yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi atau dikontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.
Sistem terotomasi mempunyai sejumlah komponen yaitu perangkat keras anatara lain CPU, disk, terminal, printer dan tape; perangkat lunak, antara lain sistem operasi, sistem database, program pengontrol komunikasi, dan program aplikasi; personil, anatara lain yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran dan melakukan aktivitas manual yang mendukung system, data, antara lain yang harus tersimpan dalam sistem selama jangka waktu tertentu, dan prosedur, antara lain instruksi dan kebijaksanaan untuk mengoperasikan sistem.
Sistem terotomasi terbagi dalam sejumlah katagori yaitu, sebagai berikut:
 On-line system, merupakan sistem yang menerima langsung input pada area dimana input tersebut direkam, dan menghasilkan output yang dapat berupa hasil komputasi pada area, dimana mereka dibutuhkan. Sistem ini biasanya digunakan pada reservasi angkutan udara, kereta api, perbankan dan lain sebagainnya.
 Real-time system, merupakan suatu mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat cepat sehingga output yang dihasilkan dapat diterima dalm waktu yang relative sama.
Perbedaan Real-time system dengan on-line system yaitu:
Real-time system:
• Waktu yang digunakan biasanya seperseratus atau seperseribu detik
• Berinteraksi langsung dengan pemakai dan lingkungan yang dipetakan
On-line system:
• Waktu yang digunakan masih dalam skala detik atau menit
• Berinteraksi hanya dengan pemakai
 Decision Support Sistem dan Strategic Planning System, merupakan sistem yang memproses transaksi organisasi secara harian, dan membantu para manajer mengambil keputusan, mengevaluasi dan menganalisa tujuan organisasi. Sistem ini biasanya digunakan untuk sistem penggajian, system pemesanan , sistem akuntasi dan sistem produksi
 Knowladge-based system, merupakan program komputer yang dibuat mendekati kemempuan dan pengetahuan seorang pakar. Umumnya menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak khusus seperti LISP dan PROLOG.
Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi atas beberapa yaitu sebagai berikut:
 Sistem terspesialisasi, merupakan sistem yang sulit diterapakan pada lingkungan yang berbeda, seperti sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat.
 Sistem besar, merupakan sistem yang sebagaian besar sumber dayanya berfungsi melakukan perawatan harian. Seperti dinosourus sebagai system biologi menghabiskan sebagian besar masa hidupnya dengan makan dan makan.
 Sistem sebagai bagian sistem yang lain, merupakan sistem yang selalu merupakan bagian dari sistem yang lebih besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.
 Sistem berkembang , merupakan sistem yang tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua sistem selalu berkembang.

1.2.4. Kriteria Sistem

Kriteria sistem yang baik adalah sebagai berikut:
 Kegunaan
Sistem harus menghasilkan informasi yang tepat pada waktunya untuk proses pengambilan keputusan manajemen dan personel operasi di dalam organisasi.

 Ekonomis
Semua bagian dari sistem termasuk laporan-laporan, pengawasan-pengawasan, dan lain-lain harus menyumbangkan suatu nilai tambah sekurang-kurangnya sebesar biayanya.
 Keandalan
Keluaran ( output ) sistem harus mepunyai tingkat ketelitian yang tinggi dan sistem itu sendiri harus mampu beroperasi secara efektif dan efisien.
 Kapasitias
Sistem harus mempunyai kapasitas yang memadai untuk menangani periode-periode operasi puncak seperti pada saat operasi normal.
 Kesederhanaan
Sistem harus cukup sederhana, sehingga struktur dan operasinya dapat dengan mudah dimengerti dan prosedurnya gampang diikuti.
 Fleksibilitas
Sistem harus cukup fleksibel untuk menampung perubahan-perubahan.

1.2.5. Daur Hidup Sistem

Siklus hidup sistem (system life cycle) adalah Proses evolusioner yang diikuti dalam penerapan system atau subsistem informasi berbasis komputer. Siklus hidup sistem terdiri dari serangkaian tugas – tugas tersebut mengikuti pola yang teratur dan dilakuakn secara top-down. Siklus hidup sistem sering disebut sebagai pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pembangunan atau pengembangan system.
Ada beberapa fase / tahapan dari daur hidup system yaitu sebagai berikut:
1. Mengenali adanya kebutuhan
Sebelum segala sesuatu terjadi, timbul suatu kebutuhan atau problema yang harus dapat dikenali sebagaimana adanya. Kebutuhan dapat terjadi sebagai hasil perkembangan organisasi. Semua kebutuhan ini harus dapat didefinisikan dengan jelas, karena tanpa adanya kejelasan dari kebutuhan yang ada, maka pembangunan system akan kehilangan arah dan efektivitasnya.
2. Pembangunan sistem
Suatu proses atau seperangkat prosedur yang harus diikuti guna menganalisis kebutuhan yang timbul dan membangun suatu sistem untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
3. Pemasangan sistem
Setelah tahap pembangunan sistem selesai, sistem kemudian akan dioperasikan. Pemasangan sistem merupakan tahap yang penting dalam daur hidup sistem, dimana peralihan dari tahap pembangunan menuju tahap operasional adalah pemasangan sistem, yang merupakan langkah akhir dari suatu pembangunan sistem.
4. Sistem menjadi usang.
Kadang-kandang perubahan yang terjadi begitu drastis sehingga tidak dapat diatasi hanya dengan melakukan perbaikan pada sistem yang sedang berjalan. Tiba saat di mana secara ekonomis dan teknis, sistem yang ada sudah tidak layak lagi untuk dioperasikan dan sistem yang baru perlu dibangun untuk menggantikannya.
Sistem informasi kemudian akan melanjutkan daur hidupnya. Sistem dibangun untuk memenuhi kebutuhan. Sistem beradaptasi terhadap aneka perubahan lingkungannya yang dinamis hingga kemudian sampai pada kondisi dimana sistem tidak dapat lagi beradaptasi. Sistem baru kemudian akan dibangun untuk menggantikannya. Tentang daur hidup sistem dapat dilihat pada gambar 1.5. dibawah ini.

Gambar 1.5. Daur Hidup Sistem

1.3. INFORMASI

Informasi merupakan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) dan kesatuan nyata (fact dan entity) yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan. ( Robert N. Anthony, John Dearden, 1980:125-126).
Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal datum atau item-item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian atau kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu. Sedangkan kesatuan nyata (fact dan entity) adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan terjadi. Informasi diperoleh setelah data – data mentah diproses atau diolah. Dalam menganalisis dan merencanakan perancangan suatu sistem harus mengerti terlebih dahulu komponen – komponen yang ada di daalm suatu sistem tersebut. Darimana data dan informasi tersebut diperlukan dan kemana hasil pengolahan data dan informasi tersebut diperlukan. Gordon. B. Davis ( 1985 ) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diolah menjadi bentuk yang lebih berarti dan berguna bagi penerimanya untuk mengambil keputusan masa kini maupun yang akan dating. Informasi mempunyai ciri benar atau salah, baru, tambahan dan korektif. Kegunaan informasi adalah untuk mengurangi ketidakpastian di dalam proses pengambilan keputusan tentang suatu keadaan. Informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Informasi digunakan tidak hanya oleh satu orang pihak di dalam organisasi. Nilai sebuah informasi ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut.

1.3.1. Pengolahan Data

Pengolahan data adalah waktu yang digunakan untuk menggambarkan perubahan bentuk data menjadi informasi yang memiliki kegunaan. Operasi yang dilakukan dalam pengolahan data antara lain sebagai berikut:
1. Input Data meliputi:
 Mencatat transaksi data kesebuah pengolahan data medium, seperti memasukkan angka-angka kedalam kalkulator.
 Melakukan pengkodeaan transaksi data kedalam bentuk lain, seperti melakukan konversi atribut kelamin female ke huruf F.
 Menyimpan data atau informasi untuk pengambilan keputusan.
2. Transformasi Data meliputi
 Calculating, adalah aritmatika terhadap data field yang dimasukkan.
 Sorting data ke dalam bentuk yang berurutan, seperti pengurutan Nip secara ascending.
 Merging atau menggabungkan dua atau lebih kumpulan data berdasarkan kriteria tertentu, seperti dalam menggabungkan data penjualan bulan januari, februari dan maret ke dalam grup triwulan.
 Matching data berdasarkan keinginan pengguna terhadap grup data, seperti memilih karyawan yang total pendapatannya lebih dari 15 juta pertahun.
3. Output Data
 Displaying result, yaitu menampilkan informasi yang dibutuhkan pemakai melalui monitor atau cetakan.
 Reproducing, yaitu penyimpanan data yang digunakan untuk pemakai lain yang membutuhkan.
 Telecommunicating, yaitu penyimpanan data secara elektronik melalui saluran komunikasi.

1.3.2. Informasi dan Tingkat Manajemen

Informasi berdasarkan tingkatan manajemen dapat dikelompokkan berdasarkan penggunaannya yaitu sebagai berikut:
1. Informasi Stategis
Adalah informasi yang digunakan untuk mengambil keputusan jangka panjang, mencakup informasi eksternal, rencana perluasan perusahaan, dan sebagainya.
2. Informasi Taktis
Adalah informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan jangka menengah, seperti informasi trend penjualan yang dapat dimanfaatkan untuk menyususn rencana penjualan.
3. Informasi Teknis
Adalah Inforamasi yang dibutuhkan untuk keperluan operasional sehari-hari, seperti informasi persediaan stok retur penjualan dan laporan kas harian.

1.3.3. Test Kebutuhan Informasi
Terdapat empat test untuk menjelaskan sebuah pesan yang spesifik dalam informasi, yaitu sebagai berikut:
a. Kepada siapa ( pembuat keputusan ) informasi ditujukan.
b. Untuk keputusan spesifik apa informasi ditujukan.
c. Sejauh mana informasi dapat digunakan untuk mendeteksi dan memecahkan masalah.
d. Sejauh mana ( kapan ) tingkat pembuatan keputusan.

1.3.4. Siklus Informasi
Untuk memperolh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam menghasilkan informasi.

Gambar 1.5. Siklus Informasi
Keterangan:
Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut , membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditagkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Siklus ini oleh John Burch disebut sebagai siklus informasi (information cycle) .


1.3.5. Biaya dan Jenis-jenis Informasi

Dalam organisasi, biaya pengolahan data untuk memenuhi operasi-operasi yang resmi dan rutin , dan juga untuk menghasilkan informasi tingkat tinggi, berkisar antara 5 sampai 10 % dari keseluruhan biaya operasional organisasi. Biaya – biaya ini sering digolongkan menjadi biaya variable dan biaya nonvariabel. Adapun biaya operasi sistem informasi dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Biaya perangkat keras
Biaya ini merupakan biaya tetap atau biaya tertanam dan akan meningkat untuk tingkat mekanisme yang lebih tinggi.
2. Biaya untuk analisis , Perancangan dan pelaksanaan system
Biaya ini merupakan biaya tertanam dan biasanya akan meningkat sesuai dengan tingkat mekanisasi yang lebih tinggi. Fungsi ini meliputi perumusan metodologi untuk prosedur-prosedur pengolahan data secara keseluruhan.
3. Biaya untuk tempat dan faktor-faktor kontrol lingkungan
Biaya ini setengah berubah-ubah (semivariabel). Contohnya adalah biaya untuk luas ruangan, alat pendingin, dan keamanan. Biasanya biaya ini meningkat sesuai dengan tingkat elektromekanis ke metode komputer.
4. Biaya perubahan
Biaya ini merupakan biaya tertanam dan meliputi setiap jenis perubahan dari satu metode ke metode lainnya, misalnya metode elektromekanis ke metode komputer.
5. Biaya operasi
Biaya ini meliputi pada dasarnya merupakan biaya variable dan meliputi biaya bermacam-macam pegawai, pemeliharaan fasilitas dan sistem, perlengkapan, barang-barang yang berguna dan fasilitas bantuan.

1.3.6. Informasi Berdasarkan Persyaratan
Suatu informasi harus memenuhi persyaratan sebagaimana dibutuhkan oleh manejer dalam rangka pengambilan keputusan yang harus segera dilakukannya. Berdasarkan persyaratan itu informasi dalam manajemen diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Informasi yang tepat waktu
Pada hakikatnya makna dari informasi yang tepat waktu adalah bahwa informasi sudah ada ditangan manajer sebelum suatu keputusan diambil. Makna “tepat” disini relatif.
2. Informasi yang relevan
Informasi yang disampaikan oleh seorang manajer kepada bawahannya haruslah relevan, berkaitan dengan kepentingan si penerima sehingga informasi tersebut akan mendapat perhatian.
3. Informasi yang bernilai
Yang dimaksud dengan informasi yang bernilai adalah informasi yang berharga untuk suatu pengambilan keputusan. Keputusan sendiri merupakan hasil pemilihan dari sejumlah alternatf yang paling kecil resikonya.

4. Informasi yang dapat dipercaya
Bahwa suatu informasi harus dapat dipercaya (reliable). Hal ini menyangkut citra organisasi di mana manajemen digiatkan. Informasi yang disampaikan , baik kepada seseorang maupun ke suatu organisasi harus betul-betul diyakini kebenarannya.

1.3.7. Informasi berdasarkan dimensi waktu

Informasi berdasarkan dimensi waktu ini diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut:
1. Informasi masa lampau
Informasi jenis ini adalah mengenai peristiwa masa lampau yang meskipun amat jarang dipergunakan, namun dalam data storage perlu disusun secara rapih dan teratur.

2. Informasi masa kini
Informasi masa kini adalah informasi mengenai peristiwa –peristiwa yang terjadi sekarang (current events).
1.3.8. Informasi Berdasarkan Sasaran
Informasi berdasarkan sasaran adalah informasi yang ditujukan kapada seseorang atau sekelompok orang, baik yang terdapat didalam organisasi maupun diluar organisasi. Informasi jenis ini diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Informasi Idividual
Informasi individual (individual information) ialah informasi yang ditujukan kepada seseorang yang mempunyai fungsi sebagai pembuat kebijaksanaan (policy maker) dan pengambil keputusan (decision maker) atau kepada seseorang yang diharapkan dari padanya tanggapan atas informasi yang diperolehnya. Informasi ini disampaikan secara face to face atau tatap muka, melalui telepon atau dengan perantara surat, tergantung dari macam informasi yang disampaikan dan tergantung dari waktu yang diperlukan untuk memperoleh tanggapan.
2. Informasi Komunitas
Yang disebut informasi komunitas (community information) adalah informasi yang ditujukan kepada khalayak di luar organisasi, suatu kelompok tertentu di masyarakat.

1.3.9. Nilai dan Kualitas Informasi

Nilai dari informasi ditentukan dari 2 hal yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai apabila manfaat yang diperoleh lebih berharga dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Keuntungan dari sebagian besar informasi tidak dapat dihitung dengan suatu nilai uang, tatapi dapat dapat ditaksir nilai efektivitasnya. Nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiviness atau cost benefit. Nilai informasi ini didasarkan atas 10 sifat yaitu sebagai berikut:

1. Mudah diperoleh
Sifat ini menunjukkan kemudahan dan kecepatan untuk memperoleh informasi. Kecepatannya dapat diukur, misalnya 1 menit versus 24 jam.
2. Luas dan lengkap
Sifat ini menunjukkan kelengkapan isi informasi. Hal ini tidak hanya mengenai volumenya, akan tetapi juga mengenai keluaran informasinya.
3. Ketelitian
Sifat ini berhubungan dengan tingkat kebebasan dari kesalahan keluaran informasi. Pada volume data yang besar biasanya terdapat dua jenis kesalahan yaitu kesalahan pencatatan dan kesalahan perhitungan.
4. Kecocokan
Sifat ini menunjukan seberapa baik keluaran informasi dalam hubungannya dengan permitaan para pemakai. Isi informasi harus ada hubungannya dengan masalah yang sedang dihadapi sedangkan semua keluaran yang lainnya tidak berguna.
5. Ketepatan Waktu
Sifat ini berhubungan dengan waktu yang dilalui, yang lebih pendek dari siklus untuk mendapatkan informasi.
6. Kejelasan
Sifat ini menunjukkan tingkat kejelasan informasi. Informasi hendaknya terbebas dari istilah-istilah yang tidak jelas.

7. Keluwesan
Sifat ini berhubungan dengan apakah informasi tersebut dapat digunakan untuk membuat lebih dari satu keputusan. Tetapi juga apakah dapat digunakan untuk lebih dari seorang pengambil keputusan.
8. Dapat dibuktikan
Sifat ini menunjukan sejauh mana informasi itu dapat diuji oleh beberapa pemakai hingga sampai didapatkan kesimpulan yang sama.
9. Tidak ada prasangka
Sifat ini berhubungan dengan ada tidaknya keinginan untuk mengubah informasi tersebut guna mendapatkan kesimpulan yang telah diarahkan sebelumnya.
10. Dapat diukur
Sifat ini menunjukkan hakikat informasi yang dihasilkan oleh
sistem informasi formal.

Informasi bernilai sempurna apabila pengambil keputusan dapat mengambil keputusan secara optimal dalam setiap hal, dan bukan keputusan yang rata-tara akan menjadi optimal dan untuk menghindari kejadian-kejadian yang akan mendatangkan kerugian.
Kualitas dari suatu informasi tergantung dari 4 (empat) hal, yaitu informasi harus akurat (accurate), tepat waktu (timelines) dan relevan (relevance).
1. Akurat (accurate)
Informasi harus bebas dari kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Informasi harus akurat karena dari sumber informasi sampai kepenerima informasi mungkin banyak mengalami gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut.
Adapun komponen akurat meliputi:
 Completeness; Are necessary message items present ?
Berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian tentunya akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara

keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol memecahkan suatu masalah dengan baik.
 Correcteness; Are message items correct ?
 Security; Did message reach all or only the intended systems users?
2. Tepat Waktu (timelines)
Informasi yang sampai pada sipenerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat maka dapat berakibat fatal bagi organisasi. Dewasa ini informasi mahal karena harus cepat dikirim dan didapat sehingga memerlukan teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya.
3. Relevan (relevance)
Informasi tersebut harus mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk setiap orang, satu dengan lainnya adalah berbeda.
4. Ekonomis, efisien dan dapat dipercaya
Informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi tidak dapat ditaksir efektivitasnya. Selain itu informasi yang dihasilkan juga biasa dipercaya kebenarannya dan tidak mengada-ada.

1.3.10. Transformasi Informasi

Transformasi informasi adalah komponen proses dalam pengelolaan sistem informasi , yang berfungsi memproses data menjadi informasi sehingga dapat diperoleh produk informasi yang diperlukan. Pengelolaan suatu sistem informasi perlu memiliki kemampuan dalam pelaksanaan mekanisme transformasi, karena kegiatan-kegiatan pada tahap ini merupakan tindak lanjut setelah disusunya suatu perencanaan informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan sambil mengacu ke depan untuk menghasilkan produk informasi yang berdaya guna dan berhasil guna. Sehubungan dengan upaya mencapai tujuan tersebut maka dalam pemabahasan transformasi informasi memfokuskan padahal-hal yaitu anatara lain:
 Pengumpulan data dan informasi
 Pengolahan dan analisis data dan informasi
 Penyajian dan penyebarlausan data dan informasi
 Penataan dokumentasi dan perpustakaan.
Transformasi informasi pada hakikatnya merupakan suatu proses pengubahan wujud, sifat, ciri-ciri data sehingga menjadi informasi, yang selanjutnya disajikan secara statistika atau secara visual untuk disebarluaskan dan atau didokumentasikan. Proses transformasi ini bertitiktolak dari data yang dikumpulkan dari sumber dengan menggunakan alat atau instrument pengumpulan data, selanjutnya data itu diolah, dianalisis dan ditafsirkan dengan teknik tertentu. Data yang telah diproses itu membuahkan hasil yang disebut informasi,,. Informasi tersebut disajikan, disebarluaskan dan didokumentasikan. Penyajian data dan informasi dilakukan baik secara visual maupun dalam bentuk publikasi, dengan metode komunikasi langsung atau tidak langsung. Sedangkan dokumentasi berfungsi untuk menyimpan data dan informasi secara sistematis dan cermat dalam bentuk bank data (database). Pendokumentasian dapat dilakukan dengan cara lama (file) dan cara baru (komputerisasi). Contoh: perpustakaan bertalian dengan upaya pengumpulan, pemeliharaan, penyimpanan, pengaturan dan pendayagunaan informasi.

1.3.11. Pemakaian Informasi

Pemakaian informasi merupakan suatu komponen yang tak dapat dipisahkan dari pengelolaan sistem informasi karena disinilah sesungguhnya produk informasi didayagunakan sesuai dengan kebutuhannya. Produk informasi dinyatakan bermanfaat bila informasi itu memenuhi kebutuhan pemakainya. Sebaliknya jika produk informasi tidak dapat memenuhi kebutuhan pemakainya , maka penyediaan informasi tersebut dapat dikatakan sia-sia belaka. Dengan kata lain pengelolaan informasi tidak menghasilkan perangkat informasi yang berdaya guna dan berhasil guna.
Pemakaian informasi merupakan suatu proses pendayagunaan informasi oleh seseorang atau sekelompok orang untuk memenuhi kebutuhanya sesuai dengan jabatan atau pekerjaannya. Proses pendayagunaan itu dimulai sejak menerima informasi kemudian diolah atau diproses dalam dirinya, dan pada akhirnya melakukan tindakan atau terjadinya perubahan prilaku yang dapat mempengaruhi orang atau kelompok lainya.Bidang-bidang pekerjaan yang membutuhkan produk informasi ternyata sangat laus, meliputi semua sektor kehidupan seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial budaya, agama, kondisi psikologis dalam keluarga, lingkungan, pariwisata, transfortasi, telekomunikasi dan sebagainya.

1.4. SISTEM INFORMASI

Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut ini:
a. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen – komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.
b. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan atau untuk mengendalikan organisasi.
c. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan stratergi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem informasi menurut ( Robert A. Leitch, K. Roscoe Davis:
1983: 6) merupakan kumpulan dari perangkat keras dan perangkat lunak komputer serta perangkat manusia yang akan mengolah data menggunakan hardware dan software tersebut.

1.4.1. Komponen Sistem Informasi

Untuk mendukung lancarnya suatu sistem informasi dibutuhkan beberapa komponen yang fungsinya sangat vital di dalam sistem informasi. Komponen-komponen sistem informasi tersebut adalah input, proses, output, teknologi, basis data dan kendali.
Secara rinci komponen-komponen sistem informasi dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Input
Input disini adalah semua data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi. Dalam hal ini yang termasuk input adalah dokumen-dokumen , formulir – formulir dan file – file. Dokumen – dokumen tersebut dikumpulkan dan dikonfirmasikan ke suatu bentuk sehingga dapat diterima oleh pengolah yang meliputi:
 Pencatatan
 Penyimpanan
 Pengujian
 Pengkodean
2. Proses
Proses merupakan kumpulan prosedur yang akan memanipulasi input yang kemudian akan disimpan dalam bagian basis data dan seterusnya akan diolah menjadi suatu output yang akan digunakan oleh si penerima. Komponen ini dalam tugasnya akan merubah segala masukan menjadi keluaran yang terdiri dari:
 Manusia
Merupakan pemakai dari sistem informasi komputer sehingga harus mengerti bagaimana menggunakan komputer tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka.
 Metode dan prosedur
Metode adalah teknik pengolahan data yang diterapkan pada sistem informasi, sedangkan prosedur mengambarkan bagaimana manusia sebagai pemakai sistem membuat keputusan.
 Peralatan Komputer
Komponen pendukung sistem informasi yang termasuk peralatan komputer adalah: monitor, printer, disket dan program komputer.
 Penyimpanan data
Berfungsi untuk pemakaian di masa yang akan datang atau pencarian kembali. Media penyimpanan dapat berupa disket, kartu plong, dokumen atau bentuk lainnya.
3. Output
Output merupakan semua keluaran atau hasil dari model yang sudah diolah menjadi suatu informasi yang berguna dan dapat dipakai penerima. Komponen ini akan berhubungan langsung dengan pemakai sistem informasi dan merupakan tujuan akhir dari pembuatan sistem informasi. Komponen ini dapat berupa
laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pemakai sistem untuk memantau keberhasilan suatu organisasi.
4. Teknologi
Teknologi disini merupakan bagian yang berfungsi untuk memasukkan input, mengolah input dan menghasilkan keluaran. Ada 3 bagian dalam teknologi ini yang meliputi hardware, software dan brainware. Hardware contohnya: keyboard, mouse dan lain-lain. Software contohnya: program untuk mengolah data, dan brainware contohnya: analis sistem, programmer, teknisi dan lain-lain .

5. Basis Data
Basis data merupakan kumpulan data-data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang disimpan dalam perangkat keras komputer dan akan diolah menggunkan perangkat lunak. Basis data sendiri merupakan kumpulan file-file yang mempuyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan data.

6. Kendali
Kendali dalam hal ini merupakan semua tindakan yang diambil untuk menjaga sistem informasi tersebut agar bisa berjalan dengan lancar dan tidak mengalami gangguan. Komponen ini sangat penting agar sistem secara keseluruhan memiliki validasi dan integritas yang tinggi. Komponen kendali diperlukan terhadap: backup file, reindexing, pengujian kebenaran data tiap entry yang dilakukan.
Dari penjelasan komponen-komponen sistem informasi yang telah dijelaskan diatas maka dapat dilihat pada gambar yang ada dibawah ini:

Pemakai Pemakai

Input Proses Input
Pemakai pemakai
Teknologi Dasar Data Kendali
Pemakai Pemakai
Gambar 1.6. Komponen-komponen Sistem Informasi

1.4.2. Perencanaan Sistem Informasi

Perencanaan sistem informasi, terjemahan dari Information System Planning (ISP), menceritakan bagaimana menerapkan pengetahuan tentang sistem informasi ke dalam organisasi. Untuk memahami bagaimana merencanakan sistem informasi yang tepat dan sesuai dengan organisasi masing-masing. Perlu diingat bahwa perubahan sistem, baik besar maupun kecil selalu tingkatan-tingkatan berikut:
Tingkat I : Ide, mengetahui perlu adanya perubahan
Tingkat II : Design, merancang cara pemecahannya
Tingkat III : Pelaksanaan, menerapkan design ke dalam system
Tingkat IV : Kontrol, memeriksa apakah tingkat pelaksanaan
dijalankan sesuai dengan design.
Tingkat V : Evaluasi, memeriksa apakah perubahan yang terjadi
sesuai dengan tujuan semula.
Tingkat VI : Tindak lanjut, melaksanakna perubahan sesuai dengan
hasil evaluasi yang ada.

1.4.3. Pengelolaan dan Pengendalian Sistem Informasi

Pengelolaan sistem informasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari studi maanjemen, sebagaimana halnya pengelolaan ketenagaan, keuangan, organisasi, tata laksana dan lain sebagainya. Barangkali dapat diasumsikan behwa pengelolaan sistem informasi merupakan faktor kunci bagi keterlaksanaan dan keberhasilan manajemen . Tugas pengelolaan informasi meliputi perencanaan informasi, transformasi informasi, komunikasi informasi, organisasi pelaksana, pemantauan dan pengendalian.
Pengendalian sistem informasi adalah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan sistem informasi, bahkan melaksanakan fungsi yang sangat penting karena mengamati setiap tahapan dalam proses pengelolaan informasi. Pengelola sistem informasi perlu memahami dan memiliki keterampilan manajerial dalam melaksanakan kegiatan pengendalian system informasi yakni:
 Kemampuan mengendalikan kegiatan perencanaan informasi
 Kemampuan mengendalikan proses transformasi informasi
 Kemampuan mengendalikan organisasi pelaksana sistem informasi
 Kemampuan melaksanakan kegiatan koordinasi
Pengendalian sistem informasi adalah keseluruhan dalam kegiatan mengamati , membina dan mengawasi pelaksanaan mekanisme pengelolaan sistem informasi, khususnya dalam fungsi-fungsi perencanaan informasi, transformasi, organisasi dan koordinasi. Pengendalian bertujuan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pengelolaan dan produk-produk informasi, baik segi kualitas, kuantitas maupun ketepatan waktu. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam pembinaan terhadap pengendalian sistem informasi adalah sebagai berikut:
1. Pelatihan
Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam sistem informasi. Penyelenggaraan pelatihan disesuaikan dengan jenis dan katagori pelatihan yakni pelatihan teknis umum, pelatiahn teknis khusus, pelatihan administrasi dimana masing-masing program mempunyai tujuan sendiri-sendiri.
2. Pengkajian
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengkaji masalah-masalah yang bertalian dengan pelaksanaan sistem informasi, misalnya melalui referat, diskusi dan lain sebagainya.
3. Bimbingan teknis
Bimbingan diberikan kepada tenaga pelaksana dan tenaga teknis untuk meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanaan informasi.
4. Kerjasama
Kerjasama dilaksanakan dalam berbagai kegiatan dalam pelaksanaan dan tenaga teknis untuk meningkatkan kemampuan dalam memberikanan pelayanan informasi.

1.4.4. Penilaian Sistem Informasi

Fungsi utama dari penilaian informasi adalah menyediakan informasi sebagai bahan pertimbangan untuk membangun keputusan. Penilaian merupakan suatu komponen yang penting dalam pengelolaan sistem informasi. Komponen ini erat kaitannya dengan komponen-komponen lainnya yakni masukan, proses, dan produk. Komponen masukan merupakan langkah awal dalam rangka penyusunan informasi, komponen proses bertalian dengan transformasi informasi sedangkan komponen produk bertalian dengan hasil dan dampak sistem infofrmasi. Masing-masing komponen tersebut menuntut adanya penilaian.
Sehubungan dengan hal tersebut maka ditentukan 3 (tiga) strategi penilaian dalam sistem informasi yaitu sebagai berikut:
1. Strategi penilaian yang bertujuan menilai perencanaan informasi yang disusun berdasarkan kebutuhan informasi yang nyata.
2. Strategi penilaian proses yang bertujuan menilai pelaksanaan informasi, mulai dari pengumpulan data, pengolahan, analisis dan penilaian, penyajian dan penyebarluasan, dokumentasi dan komunikasi yang secara keseluruhan merupakan suatu proses yang berkesinambungan.
3. Strategi penilaian produk, yang bertujuan untuk menilai produk-produk informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi.
Berdasarkan hasil penilaian dapat dibuat keputusan yang tepat dan objektif tentang berbagai kegiatan pengelolaan sistem informasi seperti:
 Derajat keakuratan informasi yang diperoleh berdasarkan kebutuhan lapangan secara nyata.
 Perencanaan informasi yang bermutu, memenuhi persyaratan yang ditetapkan bagi suatu perencanaan informasi yang baik.
 Jenis dan mutu produk informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi.

1.4.5. Kegiatan sistem Informasi

Adapun kegiatan yang dapat dilakukan pada system informasi adalah sebagai berikut:
a. Input
Menggambarkan suatu kegiatan untuk menyediakan data untuk diproses.
b. Proses
Menggambarkan bagaimana suatu data diproses untuk menghasilkan suatu informasi yang bernilai tambah.
c. Output
Suatu kegiatan untuk menghasilkan laporan dari proses diatas tersebut.
d. Penyimpanan
Suatu kegiatan untuk memelihara dan menyimpan data.
e. Control
Suatu aktivitas untuk menjamin bahwa system informasi tersebut berjalan dengan yang diharapkan.

1.4.6. Jenis-jenis Sistem informasi

Ditinjau dari aplikasinya dan penggunaan dalam berbagai bidang, sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :
1. Routine Processing System (RPS), digunakan untuk melayani berbagai kebutuhan yang telah terdefinisi dan terjadwal secara rutin
2. Decision Support System (DSS), digunakan untuk melayani kebutuhan yang tidak dapat didefinisikan dengan baik dan biasanya terjadi pada saat perancangan.
3. Classical Management Information System (CMIS), digunakan untuk melayani kebutuhan pembuatan pelaporan kegiatan yang telah terjadwal dan tersefinisi dengan baik.
4. Real Time system (RTIS), digunakan untuk melayani kegiatan yang mempunyai sifat harus direspon dengan cepat.
5. Distributed data Processing System (DDPS), digunakan untuk melayani kebutuhan yang tersebar secara geograpis dengan sumber data yang tersebar.
6. Transaction Processing system (TPS), digunakan untuk melayani kegiatan yang bersifat transaksional yaitu membawa perubahan terhadap kondisi sistem yang ada.

1.4.7. Kegagalan Sistem Informasi

Adapun faktor-faktor kegagalan sistem informasi antara lain:
1. Kebanyakan orang memandang SI adalah hal yang paling utama dan penting, sementara mereka melupakan komitmen dan konsestensi terhadap materi informasi, produk dan respon layanan kepada konsumen.
2. Pengelola perusahaan merasa bahwa pembangunan SI merupakan tugas dan kewajiban dapartemen TI, sehingga segala sesuatu bahkan yang sifatnya kebijakan, diserahkan sepenuhnya ke dapartemen TI yang notabene orang teknik dan bukan perumus strategi perusahaan.
3. Konsentrasi ahli SI sering lebih terarah pada penggunaan teknologi TI terbaru dan kemudahan bagi dirinya dalam melakukan pemrograman daripada penyusunan prosedur pengolahan data yang valid dan jitu.
4. Interface SI sering kali kurang interaktif, komunikatif, dan agak sulit digunakan oleh pemakai karena interface sering dibangun berdasarkan selera dan kemampuan bahasa pembuatnya.
5. Seluruh komponen perusahaan masih membutuhkan waktu untuk baradaptasi terhadap perubahan SI tradisional menjadi berbasis TI.

1.4.8. Perkembangan Sistem Informasi

Adapun tahapan pengembangan sistem informasi adalah sebagai berikut:
1. Sistem Informasi Tradisional
Yaitu sistem informasi yang dikelola secara semi manual. SI ini beroperasi secara lambat, sehingga seringkali pimpinan mengambil keputusan hanya berdasarkan data asumsi atau perkiraan, sementara data asli sedang diproses. Disamping itu keakuratan informasi yang dihasilkan juga masih diragukan. Kondisi ini akan berakibat buruk terhadap perkembangan perusahaan.
2. Sistem Informasi Berbasis Komputer
Perkembangan yang sangat menggambarkan, ketika teknologi komputer dapat digunakan untuk mendukung Penciptaan SI. Keuntungan utama dari pemanfaatan teknologi ini adalah waktu untuk menghasilkan informasi yang lebih singkat, disamping birokrasi dapat dikurangi, komputer juga memiliki kemampuan dalam proses yang sangat cepat untuk menghasilkan informasi dengan tingkat keakuratan yang tinggi.
3. Sistem informasi berbasis jaringan
Melalui pembangunan SI berbasis komputer perusahaan telah m
endapatkan profit melalui kecepatan dalam layanan transaksi, sehingga memungkinkan untuk dibentuknya suatu jaringan perkantoran , sehingga transaksi dapat dilakukan diberbagai tempat
yang berbeda dengan pusat pengolahan datanya. Melalui jaringan komputer perkantoran, perusahaan dimungkinkan untuk membuka sejumlah tempat transaksi , sehingga dapat meningkatkan profit
dalam jumlah yang sangat besar, karena laporan diperoleh secara on-line.
4. Sistem Informasi Lintas Platform
Yaitu suatu teknologi yang menggabungkan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi, dimana teknologi tersebut dikenal dengan sebutan Komunikasi Data. Teknologi lintas platform ini
sebuah teknologi internet yang dapat menghubungkan komputer diseluruh dunia.

28 responses »

  1. Restaurant Rouget mengatakan:

    Wow! This could be one particular of the most useful blogs We have ever arrive across on this subject. Actually Fantastic. I’m also an expert in this topic so I can understand your effort.

  2. Vella Keaton mengatakan:

    This webpage doesn’t show up appropriately on my droid you may want to try and repair that

  3. rumahradhen mengatakan:

    thank you for your visit, if you like shopping, please visit this blog http://radenfashion.wordpress.com/

  4. Shae Luczki mengatakan:

    I just want to say I am just new to blogging and truly savored your blog site. Very likely I’m likely to bookmark your blog post . You definitely come with outstanding articles. Thanks for sharing your web-site.

  5. Mauricio Roeger mengatakan:

    Wow, awesome blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your site is fantastic, as well as the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  6. Delcie Angelocci mengatakan:

    Wow, amazing blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your site is fantastic, let alone the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  7. Yoshie Lineweaver mengatakan:

    Wow, superb blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your site is excellent, as well as the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  8. Steven Gillmore mengatakan:

    Wow, amazing blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your site is great, as well as the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  9. Morgan Palino mengatakan:

    Wow, fantastic blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your web site is excellent, let alone the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  10. white whall mengatakan:

    The Birch of the Shadow

    I believe there could be considered a couple of duplicates, but an exceedingly helpful checklist! I have tweeted this. Numerous thanks for sharing!

  11. baju bayi lucu murah mengatakan:

    Wow, fantastic blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your web site is great, let alone the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  12. Carly Cholakyan mengatakan:

    Wow, wonderful blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your site is great, as well as the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  13. baju bayi mengatakan:

    Wow, wonderful blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your website is fantastic, let alone the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  14. Baju bayi mengatakan:

    Wow, superb blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your site is wonderful, let alone the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  15. sarung tangan bayi mengatakan:

    Wow, amazing blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your site is excellent, let alone the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  16. Casey Schwabe mengatakan:

    Wow, amazing blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your website is great, as well as the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  17. sarung tangan bayi mengatakan:

    Wow, awesome blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your web site is magnificent, let alone the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  18. sarung tangan bayi mengatakan:

    Wow, wonderful blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your web site is excellent, as well as the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  19. Baju bayi mengatakan:

    Wow, superb blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your web site is wonderful, let alone the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  20. Baju bayi mengatakan:

    Wow, fantastic blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your website is wonderful, as well as the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  21. Oscar Papp mengatakan:

    Wow, amazing blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your site is fantastic, as well as the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  22. Wade Lanigan mengatakan:

    Wow, fantastic blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your site is excellent, as well as the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  23. Marshall Gambone mengatakan:

    Wow, fantastic blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your website is excellent, let alone the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  24. baju bayi mengatakan:

    Wow, wonderful blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your website is fantastic, as well as the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  25. baju bayi mengatakan:

    Wow, wonderful blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your web site is great, let alone the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  26. baju bayi mengatakan:

    Wow, marvelous blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your website is fantastic, as well as the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  27. Lewis Lafleche mengatakan:

    Wow, marvelous blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your web site is excellent, as well as the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

  28. Jospeh Paterno mengatakan:

    Wow, superb blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your web site is excellent, let alone the content!. Thanks For Your article about Konsep Dasar Sistem dan Informasi | Rumah Radhen .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s