—Gerak mobilitas sosial tidak hanya terbatas pada individu saja namun juga mungkin pada kelompok – kelompok sosial.

Golongan masyarakat minoritas berasimilasi dengan kelompok mayoritas maka kelompok tersebut melakukan/mengalami mobilitas sosial menuju kelas yang lebih tinggi.

—Mobilitas Sosial merupakan “perubahan status Sosial yang terjadi padaseseorang”

—Kimbal Young & Raymond W.Mack(1959) mendefinisikan Mobilitas Sosial sebagai suatu gerakan dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

—

Sorokin (1928) membedakan mobilitas sosial kedalam 2 kategori :

  1. Mobilitas sosial horizontal, yaitu peralihan individu atau objek sosial lainnya dari satu kelompok sosial ke kelompok sosia llainnya yang sederajat ( horizontal). contoh : seseorang yang beralih kewarganegaraan.
  2. Mobilitas sosial Vertical, yaitu perpindahan individu dari satu kedudukan sosial kekedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat (vertical). Contoh: Seorang anak petani rendahan yang pintar dan mampu menamatkan pendidikan samapai jentang PT dan akhirnya menduduki posisi tinggi di suatu perusahaan akan mengalami kenaikan status sosial.
    • Masyarakat kasta tidak mengijinkan perubahan status, karena kasta diperoleh melalui keturunan.

Prinsip umum dalam mobilitas vertikal (Sorokin, 1959) :

  • Hampir tidak ada yang sistim pelapisannya mutlak tertutup
  • Betapapun terbukanya sistim pelapisan dalam masyarakat, tak mungkin mobilitas vertikal bisa dilakukan dengan sebebas-bebasnya
  • Tidak ada mobilitas vertikal yang secara umum berlaku pada semua masyarakat
  • Terdapat perbedaan laju mobilitas sosial vertikal yang disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi, politik, dan pekerjaan
  • Dilihat daris ejarah, mobilitas sosialvertikal yang disebabkan faktor-faktor ekonomis, politik dan pekerjaan tak ada kecenderungan yang kontinu tentang bertambah atau berkurangnya laju mobilitas sosial.
  • Sistim pelapisan dalam masyarakat diperlukan agar kebutuhan manusia tercukupi lebih baik, hal ini dilakukan dengan menempatkan individu-individu ke dalam suatu lapisan tertentu termasuk kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan.
  • Pada sebagian kasus di masyarakat, penempatan individu pada suatu lapisan tidak selalu sesuai dengan keinginannya, sehingga ada keengganan dalam melakukan kewajiban dalam lapisan tersebut

 

—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s