Kebudayaan-Suku-Palembang

Sebagai kota maritim sejak zaman sriwijaya dan sebagai ibu kota provinsi. Kota palembang sejak dulu telah menjadi meltingpot berbagai suku atau etnis dari manca negara maupun dari dalam negeri sendiri. Seperti Tionghoa (China), India, Arab (Timur Tengah), Hindustan (India dan Pakistan), Jawa, Sunda, Padang , Bugis, Batak, Melayudan suku-suku yang asli dari Sumatera Selatan seperti suku Palembnag, Ogan, Komering, Semendo, Pasemah, Gumay, Lintang, Musirawas , Meranjat , Kayuagung, Ranau, Kisam, Panesak dan lain-lainnya. Warga asli palembang yang sering dikenal dengan istilah “Wong Kito” mayoritas beragama Islam. Bahasa pengantar yang banyak dipergunakan antar suku yaitu bahasa palembang yang berakar dari bahasa Melayu. Rumah adat Palembang adalah Rumah limas, yang mengandung pengertian lima emas, “dimana emas pertama hingga emas kelima merupakan simbol norma-norma masyarakat, yaitu keanggun dan kebenaran, rukun damai,sopan santun aman sentosa serta makmur sejahtera”.

images

Suku Palembang dalam kehidupan mereka terdiri dari 2 kelompok yang membedakan strata sosial mereka, yaitu:

kelompok Wong Jero ( dalem ), adalah keturunan bangsawan/hartawan dan stausnya berada setingkat di bawah orang-orang Istana dari Kerajaan Palembang, pada masa lalu yang berpusat di Palembang,
kelompok Wong Jabo ( luar ), adalah rakyat biasa.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa pada awalnya suku Palembang adalah merupakan hasil dari asimilasi dari beberapa suku bangsa Arab, Cina dan Melayu, yang bermigrasi ke wilayah Palembang ini pada berabad-abad yang lalu dan hidup berdampingan sekian lama, dan terjadi perkawinan-campur selama berabad-abad. Dari ketiga suku bangsa ini lah lahir suatu etnik yang disebut suku Palembang yang memiliki budaya dan adat-istiadat tersendiri.
Tetapi beberapa dari masyarakat Palembang lainnya justru menolak hal tersebut, dan mengatakan bahwa suku Palembang adalah suatu komunitas adat tersendiri, dan sebagai penghuni pertama wilayah Palembang, jauh sebelum kehadiran bangsa Arab, Cina dan Melayu. Mungkin saja terjadi perkawinan-campur antara suku Palembang dengan beberapa suku bangsa pendatang tersebut, tetapi justru beberapa suku bangsa pendatang tersebut lah yang ikut masuk ke dalam budaya dan adat-istiadat suku Palembang.

Suku Palembang dalam kesehariannya berbicara dalam bahasa Palembang, yang dikategorikan sebagai bahasa Melayu, yang sering disebut sebagai bahasa Melayu Palembang. Bahasa Palembang ini mirip dengan bahasa Melayu Riau dan bahasa Melayu Malaysia, hanya saja memakai dialek “o”. Bahasa Melayu Palembang ini memiliki dua diale bahasa, yaitu baso Palembang Alus dan baso Palembang Sari-Sari.

Kebanyakan masyarakat suku Palembang, suka tinggal di rumah yang dibangun di atas permukaan air. Rumah orang Palembang yang paling populer adalah rumah Limas yang berbentuk rumah panggung dan dibangun di atas air di pinggiran sungai Musi. Orang Palembang termasuk ahli dalam membuat beberapa jenis makanan, beberapa makanan asli buatan orang Palembang yang telah dikenal di Indonesia, adalah pempek, lenggang dan tekwan. Di antara ketiga jenis makanan khas Palembang ini yang paling terkenal adalah pempeknya.

Masyarakat suku Palembang, memiliki tradisi yang telah dijalankan selama beberapa abad sebagai pedagang, sebagian kecil menjajakan dagangannya di atas permukaan air sungai Musi dengan menggunakan perahu. Selain menjadi pedagang, orang Palembang juga banyak yang berhasil menduduki sektor penting di pemerintahan Sumatra Selatan, dan juga tidak sedikit yang berhasil di perantauan dalam segala bidang, termasuk menjadi pejabat pemerintahan Indonesia dan beberapa sukses menjadi artis, sedangkan yang lain juga banyak bekerja di sektor swasta dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s