Proposal Analisis Sistem Pengelolaan Layanan Express Mail Service (EMS) pada PT. Pos Indonesia (Persero) Devisi Regional III Pusat Palembang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  • Pengertian Manajemen

Menurut Zaharuddin (2006:163), secara sederhana manajemen dapat didefinisikan sebagai suatu ilmu dan seni untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain.

Menurut Dimyati dan Nurjaman (2014) dalam Arsana (2016:4), mengemukakan bahwa manajemen merupakan proses terpadu yang melibatkan individu-individu sebagai bagian dari organisasi dalam merencanakan, mengorganisasikan, menjalankan dan mengendalikan berbagai aktifitas yang diarahkan pada sasaran yang telah ditetapkan dan berlangsung terus-menerus seiring dengan berjalannya waktu.

Sedangkan menurut Suprapto (2009:125), manajemen bukan sekedar ilmu dan seni, tetapi kombinasi dari keduanya. Kombinasi ini tidak dalam kondisi yang tepat, tetapi dalam proporsi yang bermacam-macam. Pada umumnya para manajer efektif mempergunakan kedekatan ilmiah dalam pembuatan keputusan, apalagi dengan berkembangnya teknologi komputer. Dan di lain pihak dalam banyak aspek seperti perencanaan, kepemimpinan, komunikasi, dan segala sesuatu yang menyangkut unsur manusia, bagaimanapun juga manajer harus menggunakan pendekatan artistik.

Dari teori-teori tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen adalah kombinasi dari ilmu dan seni terhadap suatu proses penggunaan sumber daya untuk menjalankan suatu organisasi agar mampu mencapai tujuan yang diinginkan.

 

  • Unsur-unsur Manajemen

Menurut Harrington Emerson dalam Phiffner John F. dan Presthus Robert V. (1960) dalam Herujito (2001;6), manajemen mempunyai lima unsur (5M), yaitu

  1. Man (manusia). Manusialah yang menentukan tujuan dan dia pulalah yang menjadi pelaku dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditetapkannya itu. Tak akan adanya manajemen tanpa adanya manusia. Manusia yang merencanakan, melakukan, menggunakan, melaksanakan dan merasakan hasil daripada manajemen
  2. Money (Keuangan/pembiayaan. Dalam dunia modern, uang sebagai alat tukar dan alat pengukur nilai, amat diperlukan untuk mencapai sesuatu tujuan.
  3. Materials (Bahan-bahan/perlengkapan). Faktor material ini sangat penting, karena manusia tidak dapat berbuat tanpa bahan dan perlengkapan.
  4. Machines (Mesin-mesin). Peranan mesin dalam zaman modern ini tidak diragukan lagi. Mesin membawa kemudahan dalam pekerjaan, menyingkat waktu bekerja untuk menghasilkan sesuatu sehingga keuntungan lebih banyak.
  5. Methods (Metode/cara-cara kerja). Yaitu cara melaksanakan sesuatu pekerjaan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Cara kerja yang amat menentukan kelancaran jalannya roda manajemen.

 

2.1.2.   Fungsi Manajemen

Menurut teori  George  R.  Terry dalam Sarwoto (1991: 65), fungsi-fungsi manajemen  biasa  disingkat  dengan   POAC,   yaitu Perencanaan (Planning), Pengorganisasian     (Organizing), Penggerakkan (Actuating), Pengawasan (Controlling). Dengan penjelasan sebagai berikut

  1. Perencanaan (Planning)

Perencanaan adalah menentukan program apa saja yang akan dilakukan, bagaimana cara melaksanakannya dan kapan program itu harus di selesaikan.

  1. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah membagikan tugas kepada para pengelola sehingga tugas-tugas itu dapat cepat terselesaikan, dan tugas harus di berikan kepada pengelola yang berwenang dengan harapan hasilnyapun akan memuaskan, karena telah memberikan tugas kepada yang ahli dibidangnya.

  1. Penggerakkan (Actuating)

Penggerakkan adalah upaya pengelola memberikan motivasi kepada orang-orang yang melakukan pekerjaan dengan harapan pekerjaan itu dilakukan dengan sukarela sehingga menghasilkan pekerjaan yang efektif dan efisien.

  1. Pengawasan (Controlling)

Pengawasan dilakukan agar tugas-tugas yang telah direncanakan hasilnya akan sesuai dengan harapan. Apabila terjadi penyimpangan maka dengan adanya pengawasan maka penyimpangan-penyimpangan itu harus diperbaiki.

 

  • Teori Kajian Sesuai Judul
  • Express Mail Service (EMS)

Express Mail Service (EMS) adalah layanan pengiriman surat, dokumen dan paket dari dan ke luar negeri dengan tingkat berat kiriman yang dapat diterima sampai dengan 100 Kg dengan waktu tempuh kiriman H+3 sampai dengan H+5 ke 227 negara tujuan di dunia. Layanan pengiriman internasional ini hanya dapat digunakan melalui Pos Indonesia, dan  tersedia di kantor pos tertentu.

(http://www.posindonesia.co.id/index.php/produk-dan-layanan-internasional/)

Tabel 2.1. Standar Waktu Penyerahan Surat dan Paket Internasional (Layanan EMS)
LAMPIRAN KD NOMOR: KD 96/DIRUT/0116
NO NEGARA TUJUAN KODE NEGARA ESTIMASI STANDAR WAKTU PENYERAHAN (HARI)
EMS
ZONA I ZONA II
DST
1 AFGHANISTAN AF 4 5
2 ALBANIA AL 3 4 – 7
3 ALGERIA DZ 3 4 – 9
4 AMERICAN SAMOA AS 5
5 ANDORRA AD 5
6 ANGOLA AO 4 5
7 ANGUILLA AI 4
8 ANTIGUA AND BARBUDA AG 4
9 ARGENTINA AR 4 5 – 6
10 ARMENIA AM 4
11 ARUBA AW 4
12 AUSTRALIA AU 3 4 – 8
13 AUSTRIA AT 3
14 AZERBAIJAN AZ 4 5 – 6
15 BAHAMAS BS 5
16 BAHRAIN BH 3
17 BANGLADESH BD 3 4 – 5
18 BARBADOS BB 5
19 BELARUS BY 5
20 BELGIUM BE 3 4
21 BELIZE BZ 4
22 BENIN BJ 4 5 – 10
23 BERMUDA BM 6 7
24 BHUTAN BT 4 5 – 9
25 BOLIVIA BO 4 5 – 6
26 BOSNIA HERZEGOVINA BA 4
27 BOTSWANA BW 4 5 – 8
28 BRAZIL BR 5 6
29 BRUNEI DARUSSALAM BN 3 4 – 5
30 BULGARIA (REP.) BG 4 5 – 6
31 BURKINA FASO BF 5 6
32 BURUNDI BI 5 6
33 CAMBODIA KH 3 4 – 6
34 CAMEROON CM 4 5 – 7
35 CANADA CA 3 4 – 9
36 CANARY ISLAND IC 4
37 CAPE VERDE CV 5 6 – 7
38 CAYMAN ISLANDS KY 5 6
39 CENTRAL AFRICAN REPUBLIC CF 4
40 CHAD TD 4
41 CHILE CL 5 6 – 7
42 CHINA (PEOPLE’ REP.) CN 3 4 – 7
43 COLOMBIA CO 4 5 – 9
44 COMOROS KM 5
45 CONGO (REP. DEM. OF THE) CD 5 6
46 CONGO (REP.) CG 5 6
47 COOK ISLANDS CK 5
48 COSTA RICA CR 4 5 – 10
49 CROATIA HR 5 6
50 CUBA CU 5 6 – 10
51 CURACAO CW 4
52 CYPRUS CY 4 5
53 CZECH REPUBLIC CZ 4
54 DENMARK DK 3 4
55 DJIBOUTI DJ 4 5 – 8
56 DOMINICA DM 5 6
57 DOMINICAN REPUBLIC DO 5 6 – 9
58 ECUADOR EC 5 6
59 EGYPT EG 4 5 – 8

(Sumber : PT. Pos Indonesia (Persero) Palembang Tahun 2016)

 

  • Surat

Menurut Kamus Praktis Bahasa Indonesia, surat merupakan kertas yang bertulis berbagai-bagai isi maksudnya ; kartu, secarik kertas dan sebagainya sebagai tanda keterangan.

Sedangkan menurut Darmayanti dan Hidayati (2008:82), surat adalah bentuk komunikasi yang menggunakan bahasa tulis untuk menyampaikan informasi, kepada pihak lain yang memiliki keperluan atau kegiatan yang sama.

Jadi, surat adalah kertas sebagai bentuk komunikasi untuk menyampaikan komunikasi.

 

  • Dokumen

Menurut Markus (2005:476), dokumen adalah kertas yang berisi tulisan yang mengandung arti dan maksud tentang perbuatan, keadaan atau kenyataan bagi seseorang dan/atau pihak yang berkepentingan.

 

  • Paket

Menurut Kamus Praktis Bahasa Indonesia, paket adalah barang yang dikirimkan dalam bungkusan melalui pos atau perusahaan ekspedisi.

  • PT.

Menurut Suwardi (2015:62) menyatakan Perseroan Terbatas (PT) (bahasa Belanda: Naamloze Vennootschap)  adalah suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.

Sempal (2013:12) menyatakan PT (singkatan dari Perseroan Terbatas) adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya.

Jadi, PT (Perseroan Terbatas ) adalah suatu organisasi bisnis berbadan hukum dimana pemilik organisasi tersebut memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya.

 

  • Konsepsi Perencanaan

Perencanaan adalah rangkaian kegiatan menetapkan hal-hal yang akan dikerjakan pada waktu yang akan datang berdasarkan fakta-fakta dan pemikiran yang matang dalam rangkai pencapaian tujuan yang diinginkan (Priata, 2002).

Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan-tindakan di masa depan dengan tepat, melalui tahapan pilihan-pilihan yang sesuai, serta memperhitungkan sumberdaya yang tersedia (UU No. 25 Tahun 2004). Tindakan di masa depan yang direncanakan didasarkan pada permasalahan aktual suatu DAS yang ada pada saat tersebut dan sedang berkembang, yang dicerminkan oleh tingkat kerawanan atau sifat rentan dan potensi sumberdaya dalam DAS (Paimin, 2010.b).

Sebagaimana dikemukakan oleh Soul M. Ketz, dalam bukunya A. Sistem Approach to Development Administration, yang dikutip Bintaro Tjokroamidjojo, bahwa perencanaan merupakan suatu hal yang sangat penting, yaitu :

  1. Dengan adanya perencanaan diharapakan terdapatnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan bagi kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan.
  2. Dengan perencanaan maka dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan mengenai potensi-potensi dan prospek-prospek perkembangan tetapi juga mengenai hambatan-hambatan dan resiko-resiko yang mungkin dihadapi. Perencanaan mengusahakan supaya ketidakpastian dapat dibatasi sedikit mungkin.
  3. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik (the best alternative) atau kesempatan untuk memiliki kombinasi cara yang terbaik (the best combinasition).
  4. Dengan perencanaan dilakukan penyusunan skala prioritas, memilih urutanurutan dari segi pentingnya suatu tujuan, sasaran maupun kegiatan usahanya.
  5. Dengan adanya rencana maka akan ada suatu alat pengukur atau standar untuk mengadakan pengawasan/kontrol.

Menurut Solihin Dadang (2002), sifat-sifat perencanaan yaitu:

  1. Rasional, artinya bisa diterima oleh semua anggotanya dengan menggunakan rasio.
  2. Lentur, artinya perencanaan ini dibuat sedemikan rupa sehingga dapat mengantisipasi perubahan lingkungan.
  3. Kontinyu, artinya perencanaan itu dibuat secara bertahap dan bila selesai kita tinjau untuk selanjutnya menetapkan sebagi dasar untuk tahap selanjutnya.

 

  • Konsepsi Pengorganisasian

Organization as the process of dividing up work or arranging personal to handle the work of the enterprise. Artinya Organisasi adalah sebagai proses pembagian tugas, mengatur pegawai-pegawai untuk memikul tugas atau pekerjaan dari suatu badan usaha(Yoseph Kingsbury & Robert Wilcox 1961).

Rue dan Byars (2006:6) berpendapat: Organizing is grouping activities, assigning activities an providing the authority necessary to carry out the activities. Pengorganisasian merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan penugasan kegiatan-kegiatan penyediaan keperluan, wewenang untuk melaksanakan kegiatannya.

Dalam suatu organisasi dituntut adanya kerja sama antara dua orang atau lebih untuk mencapai siatu tujuan secara efektif dan efisien. Organisasi merupakan suatu proses untuk merancang struktur formal, pengelompokan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat tecapai. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu dipilih orang yang memiliki kemampuan dan kompetensi dalam melaksanakan tugas. Oleh karena itu, perlu memilih dan menentukan orang yang akan dipercaya atau diposisikan dalam posisi tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu diperhatikan dalam hal proses penarikan, penempatan, pemberian latihan dan pengembangan anggota-anggota organisasi.

Terdapat beberpa hal yang mencirikan bahwa sekumpulan orang yang ada dalam organisasi tersebut didasari :

  1. Adanya kerjasama di antara kelompok orang dalam ikatan formal
  2. Adanaya tujuan bersama serta kepentingan yang sama yang akan dicapai
  3. Adanya pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab yang teratur
  4. Adanya hubungan formal dan ikatan tata tertib yang baik
  5. Adanya pekerjaan yang akan dikerjakan, dan
  6. Adanya hukum organization

Wewenang (authority) merupakan bagian dari mata organisasi. Wewenang merupakan alat dan dasar hukum dari organisasi untuk bertindak dan memerintah orang atau pihak lain. Tanpa ada wewenang terhadap suatu pekerjaan/tugas janganlah melakukan pekerjaan/tugas, karenat tidak mempunyai dasar hukum untuk melaksanakannya.

Dalam menyelenggarakan organisasi terdapat beberapa sumber dan jenis wewenang masing-masing sumber dan jenis tersebut mempunyai implikasi terhadap hubungan antara pemimpin staf atau anggota dan juga mekanisme kerjanya. Sumber dan jenis-jenis wewenang tersebut adalah seperti berikut yang dikutip dari Buku Manajemen Sumber Daya Manusia ( Hasibuan, 2000 ).

  1. Sumber-sumber wewenang (Authority)
  2. Formal authenty theory
  3. Acceptance authority theory
  4. Authority of the situation
  5. Position authority
  6. Technical authority
  7. Juridical Authority
  8. Jenis-jenis Wewenang (Authority)
  9. Live outhority (wewenang lain)
  10. Staff outhority (wewenang staf)
  11. Functional authority( wewenang fungsional)
  12. Personal authority (wewenang kewibawaan)
  • Konsepsi Pelaksanaan

Pelaksanaan adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci, implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaan sudah dianggap siap. Secara sederhana pelaksanaan bisa diartikan penerapan. Majone dan Wildavsky mengemukakan pelaksanaan sebagai evaluasi. Browne dan Wildavsky mengemukakan bahwa Pelaksanaan adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan (Nurdin, 2002).

Pelaksanaan merupakan aktifitas atau usaha-usaha yang dilaksanakan untuk melaksanakan semua rencana dan kebijaksanaan yang telah dirumuskan dan ditetapkan dengan dilengkapi segala kebutuhan, alat-alat yang diperlukan, siapa yang melaksanakan, dimana tempat pelaksanaannya mulai dan bagaimana cara yang harus dilaksanakan, suatu proses rangkaian kegiatan tindak lanjut setelah program atau kebijaksanaan ditetapkan yang terdiri atas pengambilan keputusan, langkah yang strategis maupun operasional atau kebijaksanaan menjadi kenyataan guna mencapai sasaran dari program yang ditetapkan semula (Abdullah, 2008).

Dari pengertian yang dikemukakan di atas dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa pada dasarnya pelaksanaan suatu program yang telah ditetapkan  harus sejalan dengan kondisi yang ada, baik itu di lapangan maupun di luar lapangan. Yang mana dalam kegiatannya melibatkan beberapa unsur disertai dengan usaha-usaha dan didukung oleh alat-alat penujang. Faktor-faktor yang dapat menunjang program pelaksanaan adalah sebagai berikut:

  1. Komunikasi, merupakan suatu program yang dapat dilaksanakan dengan baik apabila jelas bagi para pelaksana. Hal ini menyangkut proses penyampaian informasi, kejelasan informasi dan konsistensi informasi yang disampaikan.
  2. Resouces (sumber daya), dalam hal ini meliputi empat komponen yaitu terpenuhinya jumlah staf dan kualitas mutu, informasi yang diperlukan guna pengambilan keputusan atau kewenangan yang cukup guna melaksanakan tugas sebagai tanggung jawab dan fasilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan.
  3. Disposisi, sikap dan komitmen dari pada pelaksanaan terhadap program khususnya dari mereka yang menjadi implementasi program khususnya dari mereka yang menjadi implementer program.
  4. Struktur Birokrasi, yaitu SOP (Standar Operating Procedures), yang mengatur tata aliran dalam pelaksanaan program. Jika hal ini tidak sulit dalam mencapai hasil yang memuaskan, karena penyelesaian khusus tanpa pola yang baku.

Keempat faktor di atas, dipandang mempengaruhi keberhasilan suatu proses implementasi, namun juga adanya keterkaitan dan saling mempengaruhi antara suatu faktor yang satu dan faktor yang lain. Selain itu dalam proses implementasi sekurang-kurangnya terdapat tiga unsur penting dan mutlak yaitu:

  1. Adanya program (kebijaksanaan) yang dilaksanakan.
  2. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran dan manfaat dari program perubahan dan peningkatan.
  3. Unsur pelaksanaan baik organisasi maupun perorangan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan pelaksana dan pengawasan dari proses implementasi tersebut.

Dari pendapat di atas dapatlah dikatakan bahwa pelaksana suatu program senantiasa melibatkan ketiga unsur tersebut.

 

  • Konsepsi Pengawasan

Istilah pengawasan dalam bahasa Indonesia asal katanya adalah “awas”, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut controlling yang diterjemahkan dengan istilah pengawasan dan pengendalian, sehingga istilah controlling lebih luas artinya daripada pengawasan. Akan tetapi dikalangan ahli atau sarjana telah disamakan pengertian “controlling” ini dengan pengawasan. Jadi pengawasan adalah termasuk pengendalian.  Pengendalian berasal dari kata “kendali”, sehingga pengendalian mengandung arti mengarahkan, memperbaiki, kegiatan, yang salah arah dan meluruskannya menuju arah yang benar. Akan tetapi ada juga yang tidak setuju akan disamakannya istilah controlling ini dengan pengawasan, karena controlling pengertiannya lebih luas daripada pengawasan dimana dikatakan bahwa pengawasan adalah hanya kegiatan mengawasi saja atau hanya melihat sesuatu dengan seksama dan melaporkan saja hasil kegiatan mengawasi tadi, sedangkan controlling adalah disamping melakukan pengawasan juga melakukan kegiatan pengendalian menggerakkan, memperbaiki dan meluruskan menuju arah yang benar.

Dalam rangka pelaksanaan pekarjaan dan untuk mencapai tujuan dari perusahaan yang telah direncanakan maka perlu ada pengawasan, karena dengan pengawasan tersebut, maka tujuan yang akan dicapai dapat dilihat dengan berpedoman rencana yang telah ditetapkan terlebih dahulu oleh perusahaan. Dengan demikian pengawasan itu sangat penting dalam melaksanakan pekerjaan dan tugas perusahaan, sehingga pengawasan diadakan dengan maksud untuk:

  1. Mengetahui jalannya pekerjaan, apakah lancar atau tidak.
  2. Memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pegawai dan mengadakan pencegahan agar tidak terulang kembali kesalahan-kesalahan yang sama atau timbulnya kesalahan yang baru.
  3. Mengetahui pelaksanaan kerja sesuai dengan program seperti yang telah ditentukan dalam planning atau tidak.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arsana, I Putu Jati. 2016. Manajemen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Yogyakarta : Dee Publish.

Bachtiar, Wardi. 1997. Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah.Jakarta: Logas.

Darmayati, Nani dan Nurul Hidayati. 2008. Bahasa Indonesia untuk Tingkat Kejuruan Tingkat Unggul (Kelas XII). Bandung : Grafindo Media Tama.

Hadi, Sutrisno. 1997.  Metode Research. Yogyakarta: Andi Offset.

Herujito , Yayat M. 2001. Dasar-Dasar Manajemen Cetakan Ke-1. Jakarta: PT Grasindo.

Irawan , Prasetya. 1999.  Logika dan Prosedur Penelitian, Jakarta: STIA-LAN.

______________. 2002.  Logika dan Prosedur Penelitian: Pengantar Teori dan Panduan Praktis Penelitian Sosial Bagi Mahasiswa dan Peneliti Pemula. Jakarta : STIA-LAN.

K, Tri Rama. Kamus Praktis Bahasa Indonesia. Surabaya : Karya Agung.

Markus, Muda. 2005. Perpajakan Indonesia Suatu Pengantar. Jakarta : PT. Gramedia Pustakan Utama.

Martinis , Yamin. 2008. Metodelogi Penelitian pendidikan dan sosial: Kuantitaif dan Kualitatif. Jakarta: Gaung Persada Press.

Poloma. 2000. Teori Sosiologi Kontemporer. Jakarta: Rajawali.

Prasetyo , Bambang dan Lina Miftahul Jannah. 2012. Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Apilkasi , edisi 1-7. Jakarta: Rajawali Press.

Rahmalia, R. A. Juli. 2017. Analisis Sistem Pengelolaan Lelang Lebak Lebung pada Tingkat Pemerintah dan Pengemin di Desa Danau Cala Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyuasin. Indralaya : Universitas Sriwijaya.

Sarwoto. 1991. Dasar-Dasar Organisasi dan Manajemen Cetakan Ke-8. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Sempal, Damar Agung. 2013. Tata Cara Lengkap Mendirikan PT, CV, dan Badan Usaha Lainnya. Jakarta : FlashBooks.

Situmorang M. dan Juhir J. 2008. Aspek Hukum Pengawasan Melekat dalam Lingkungan Aparatur Pemerintah. Jakarta : PT. Rieka Cipta.

Solihin D. 2008. Sistem, Proses, Mekanisme, dan Dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional Sesuai UU25/2004. Badiklat Depdagri Diklat Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Program Pembagunan Jakarta.

Suprato, Tommy. 2009. Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta : MadPress (Anggota IKAPI).

Surachmad , Winarno. 1989. Metodologi Reset. Bandung: Tarsito.

Suwardi. 2015. Hukum Dagang Suatu Pengantar. Yogyakarta : Dee Publish.

Zaharuddin, Harmaizar. 2006. Menggali Potensi Wirausaha. Bekasi : CV. Dian Anugerah Prakasa.

 

http://www.posindonesia.co.id/index.php/produk-dan-layanan-internasional/ diakses tanggal 24 Oktober 2017

http://id.wikipedia.org/wiki/Pos_Indonesia diakses tanggal 24 Oktober 2017

http://www.posindonesia.co.id/index.php/produk-dan-layanan-internasional/ diakses tanggal 24 Oktober 2017

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s