Akhirnya lelakiku berkata  meski tak bermakna langsung, namun bahasanya mengisyaratkan kecemburuan. Bahagia telinga dan hatiku ketika mendengarnya.

Awalnya, aku mempertanyakan kepastian cinta diriku. Bimbangku mengarahkan alur cinta hatiku. Setelah ku mendengar ayat-ayat indah dari lidahnya, aku terkesima, terpanah hatiku akan asmara lafal ayat-ayatnya. Benar mengharapkan setiap jam ia menjadi imam bagi hidupku, dan agamaku.

 

Lelaki Idaman dan Cinta yang Berlalu

 

Sebulan yang berlalu, dimana aku meresahkan kisah cintaku. Aku mencoba sadar, dan mengerti arti cinta ini. Hingga akhirnya, benakku memaksaku untuk menuntaskan hajat batinku. Aku pun mengudarakan isi dari klimaks hati.

“Misal aku punya laptop. Aku ingin menggunakan sistem operasi windows dari temanku, namun temanku masih samar untuk berniat meminjamkannya padaku. Dan di sisi lain, ada orang lain yang secara sukarela meminjamkanku sistem operasi linux.” Kata-kataku melantunkan tujuan lidah hati pada teman lama.

Sang Teman mengerti maknanya, namun dia tak merespon hatiku. Cukup lama bagiku untuk Move-On darinya. Sekon demi sekon, aku bangkit dari kondisi hati yang begini, memulai men-delete semua tentangnya. Bukan berarti aku memutuskan silaturrahmi dengannya. Hanya menghapus sepenggal cerita yang mengukir kenangan. Semua karena cinta takkan menyakiti. Sang cinta selalu menghantarkan elemen-elemen kebahagiaan. Pabila ia tidak, maka ia bukan cinta. Ia hanyalah penderitaan.

 

Now, aku mulai memetik cinta lelakiku dan tanpa kusadari panen cinta ini membiaskan cinta yang lalu. Aku bersyukur, cinta lama itu tak pernah mengusikku untuk menghapus yang telah terukir. Meski begitu, mengapa sekarang ia seolah memberi harapan ? Sementara ia telah termiliki dan aku pun telah memiliki.

About rumah radhen

a girl| 03021994 | palembang, indonesia|

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s