https://rumahradhen.files.wordpress.com/2013/12/09a16-berteman.jpg

Aku tidak cantik, putih pun tidak. Kaya apalagi. Tapi mengapa orang ingin  menjadi temanku ? Aneh, bukan ? Tidak setiap orang dapat menjadi temanku. Bila ingin menjadi temanku, kalian harus memiliki dan melengkapi kriteria berikut :

1. Harus cantik

2. Wajib smart

3. Tak punya mobil, dilarang mendekat !

4. Tak punya uang ? Pergi gih jauh sonooo !

5. Simple, bukan ?

Begitu mudah menjadi temanku, aku pun amat bahagia dengan fasilitas yang ada. Nggak suka ? Ya udah, nggak usah nempel !

Oktarina, dia temanku. Aku sangat bahagia berteman dengannya. Mau tau alasannya ? Because, kemana-mana free. Bicara mengenai nama, namaku Raisya Pasya. Cantik, bukan ? Meski tak secantik orangnya. Beginilah aku, semua sederhana, namun memuaskan.

“Sya, nyingnyong nyok ?” Oktarina menggodaku. Aku sih nggak keberatan, karena aku kurus. Nggaklah, karena aku kan orangnya free, jadi semua harus free dongs.

“Waduh, gimana yah ? Aku lagi butuh hemat nih, Na.” Isyaratku sangat klik untuk merayunya.

“Ya udah deh, ntar aku yang bayar.”

Ketika ku mendengarnya, otakku pun menari disco koplo dan hatiku membalet ala musang. “Kenaa !” Senyumanku menjawab.

Seiring angin yang menyejukan siang yang berteriak kepanasan, tak memusnahkan akalku ‘tuk menjalankan target selanjutnya. Mau tau ? Ya, Maimunah.

Aku sangat kenal gadis pembual itu. Sudah sangat umum wataknya diketahui. Bagai kertas yang meyelimuti kotoran gajah. Namun, selagi dia menguntungkan, no problem for me.

Dibawah petang matahari yang genit, aku pun merajainya. Maimunah pun takluk akan lidahku. Sang raja pembual tunduk pada kaki gajah.

“Mai, bosen nih.” Keluh nakalku yang merayu meraba hatinya.

“Mai beli ice cream dulu yah.”

Jejak maimunah pun menancap di alas tanah yang kokoh. Namun, jejak itu dapat ku hapus dan ku ganti dengan jejakku. Maimunah pun kembali dan memberikan ice cream seharga Rp 38.000,00 kepadaku. Itu terlalu murahan bagiku.

“Mai, bosen nih.” Keluh nakalku yang merayu meraba hatinya lagi.

Sorry, Sya. Aku nggak bawa banyak uang nih.”

“Yah. Kalo gitu, jauh gih.” Usirku. Dan, kukembalikan bungkus ice cream yang telah diberinya padaku. Namun, hanya bungkus doaaang.

Ice Cream-nya ?”

“Menurut looooh ?”

Maimunah pun kabur. She is boring. Not me.

Aku seringkali berfikir, “Mengapa semua kulakukan ?” Menurutku, semua kesalahan mereka yang terlalu bersih memandang diriku. Tak mengira, bukan ? Aku baik ? Itu menurut mereka, tidak bagiku.

About rumah radhen

a girl| 03021994 | palembang, indonesia|

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s