Aku yang paling kau cinta
Aku yang paling kau mau
Rasahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu…

Lirik lagu itu terus terukir di hati Afgan, pria dewasa bersama hati yang bergejolak terhadap gadis nan rupawan. Ya, gadis itu Ayu. Secantik namanya, Ayu telah tertulis di pohon asmara Afgan. Dan pohon itu pun tumbuh, terus tumbuh dan berharap berbuah. Afgan teramat dalam menanamkan benih cintanya terhadap Ayu.

Pagi ini terasa hampa. Tanpa sosok teman tercinta, Afgan. Aku duduk di beranda rumahku. Aku melihat seorang gadis menghampiri rumahku, menghampiri aku. Dan tak kusangka, dialah Ayu.
“In, Afgan kemana ? Aku udah cari di rumahnya, tapi rumahnya udah nggak dihuni lagi.”
Aku hanya diam. Aku tahu, Ayu panik dan sungguh khawatir. Dan aku pun tak tega pada sahabatku itu, aku pun bercerita mengenai hari itu.

Pohon di Kambang Iwak runtuh, berjatuhan hingga tanah pun tak tampak rupanya. Pagi di Kota Pempek pun terasa sejuk, Kota Palembang nan elok.

Afgan berlari kecil di sekitar Kambang Iwak. Berkeliling dan berlari.
“Afgan !” Teriak suara perempun sangat keras.
Afgan pun menoleh ke sumber suara itu. Afgan melihatku. Ya, aku sahabat Ayu dan sebagai teman Afgan. Afgan pun mendekati langkah kakiku.
“Kenapa, In ?” Tanya Afgan dengan nafas lelah.
“Kamu liat Ayu nggak ?”
“Nggak. Emang Ayu jogging ?”
“Iya. Heran, tiba-tiba dia ngajak jogging.”
“Kalo gitu, kita cari bersama aja.”

Detik pun berlalu, menit pun bosan dengan kegiatan yang hanya sekedar mencari Ayu.  Terik sang surya pun mulai menyengat kulit. Panas, semua terasa panas. Mentari dan bumi pun tak bersahabat.
“Gan, panas nih.” Keluhku sambil mengusap keringat di wajah.

Aku pun terus melihat sekeliling berharap Ayu segera kami temukan. Dan akhirnya terlihat seorang gadis duduk di sebelah pohon, di depan tulisan Bank Sumsel Babel yang menghadap ke arah KFC.
“Ayu.” Afgan menatapnya dengan penuh cinta.
Aku tahu apa yang ada di hati Afgan,  “Kapan kamu akan mengerti hati ini ?”

Aku terus memandang Afgan, berharap Ayu meliriknya.

Ketika suasana hanya hening, Afgan tak mampu menyapa lagi. Aku pun tak berani berkata, dan Ayu hanya diam. Ivan, lelaki yang tak  disukai Afgan menghampiri Ayu tanpa memperdulikan keberadaanku dan Afgan. Aku melihat tangan Afgan gemetar, dan ingin bergegas menghajar Ivan. Namun, aku harus me-manage emosi Afgan pada pria ini.

Tanpa kata, kalimat, ataupun bahasa lainnya, mereka berdua pergi. Mereka meninggalkan aku dan Afgan. Aku tak paham alasannya, Ayu terus mencoba menjauhi Afgan.
“Kenapa ? Kenapa Ayu berbuat begitu ? Sengaja ?” Air mata Afgan pun menetes seiring jejak Ayu dan Ivan yang semakin menghilang.
“Sabar, Afgan. Ayu hanya bingung menentukan perasaannya.”
Entah mengapa, setelah kalimat itu yang terlontar, Afgan merasa sangat kacau dan berlari mengejar Ayu. Dan taksi biru pun menabraknya, Afgan terjatuh.
“Afgan…!” Teriak nadaku yang ketakutan.
Dan hingga akhirnya, Aku tak mampu berlafal lagi. Hanya air mata yang mengalir di wajah dan hati ini. Aku pun kehilangan sosok teman.

Aku kecewa terhadap tingkah Ayu yang belum mampu menerima kesalahpahaman ini. Aku telah mencoba menghubunginya, namun Ayu tak merespon. Aku pun menghubungi Ivan.
“Ivan, mana Ayu ?” Nadaku gugup dan tak karuan.
“Kenapa, In ?”
“Afgan….”
Ivan pun menutup percakapanku. Dan aku pun mendapat short message dari Ivan.
“Ayu udah nggak mau peduli lagi tentang Afgan. Kalo kamu nggak percaya, coba kamu hubungin langsung aja ke HP dia.”
Setelah kejadian itu, aku pun tak berkomunikasi lagi pada Ayu.

Dan sekarang, Ayu menghampiriku. Aku tahu, Ayu masih sangat mencintai Afgan. Namun, dia terlambat.  Hanya selembar kertas yang berisi lirik lagu yang mampu aku berikan kepada Ayu.
“ Ini lirik lagu Afgan yang ia buat untuk kamu.”
Hanya tangisan dan penyesalan dari wajah Ayu. Kesalahpahaman Ayu terhadap Afgan dan Aku akhirnya terjawab sudah. Semua perihal dari Ivan, pria pemberi hoax mengenai hubungan samar aku dan Afgan.

lirik sabar

About rumah radhen

a girl| 03021994 | palembang, indonesia|

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s