samudra

Samudra (juga dieja samudera) atau lautan (dari bahasa Sanskerta) adalah laut yang luas dan merupakan massa air asin yang sambung-menyambung meliputi permukaan bumi yang dibatasi oleh benua ataupun kepulauan yang besar.

Ada lima samudra di bumi yaitu:

Samudra Antarktika / Lautan Selatan
Samudra Arktik
Samudra Atlantik
Samudra Hindia
Samudra Pasifik / Lautan Teduh

Samudra meliputi 71% permukaan bumi, dengan area sekitar 361 juta kilometer persegi, isi samudra sekitar 1.370 juta km³, dengan kedalaman rata-rata 3.790 meter. (Perhitungan tersebut tidak termasuk laut yang tak berhubungan dengan samudra, seperti Laut Kaspia).

Bagian yang lebih kecil dari samudra adalah laut, selat, teluk.

Awal Terbentuknya Samudera

Laut, menurut sejarahnya, terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, ketika atmosfer bumi tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar matahari untuk masuk ke bumi. Akibatnya, uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah yang mengisi cekungan-cekungan di bumi hingga terbentuklah lautan.

Pada awalnya, laut bersifat sangat asam (dengan suhu sekitar 100 °c) hal ini disebabkan oleh keadaan bumi yang sangat panas dan keadaan atmosfer bumi yang dipenuhi oleh karbondioksida. Pada saat itu juga, gelombang tsunami sering terjadi karena seringnya asteroid menghantam bumi disertai fenomena pasang surut air laut yang begitu cepat terjadi karena jarak bulan yang begitu dekat dengan bumi.

Kemudian, secara perlahan-lahan jumlah karbondioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar matahari dapat kembali masuk menyinari bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, hal inilah yang menyebabkan air laut kini semakin asin.

Dengan adanya air laut yang disebabkan oleh fenomena alam pada 4,4 milyar tahun lalu (seperti sudah dijelaskan di atas) bumi kemudian mengalami perubahan bentuk daratan.

Menurut Tim peneliti dari jurnal Geophysical Research Letters, celah sepanjang 55 km itu sangat mungkin akan menjadi awal terbentuknya samudera baru! Awalnya, gunung berapi Dabbahu yang ada di ujung utara celah meletus, lalu disusul dengan aliran magma yang mendorong melalui tengah-tengah celah tersebut, baru mulailah terbuka retakan di kedua arah.

Bukan hanya itu, Lempengan Afrika dan Arab yang bertemu di padang terpencil Afar Ethiopia Utara ini. Kini juga mulai terpisah dengan laju kecepatan 1 sampai 2 inch per tahun, Bahkan di bagian tertentu sudah turun hingga lebih dari 100 meter di bawah permukaan laut. Lewat jalur itulah, nantinya Laut Merah akan mengalir ke rekahan Ethiopia dan akan ngebentuk laut baru.

About rumah radhen

a girl| 03021994 | palembang, indonesia|

2 responses »

  1. Elwood Stooksbury mengatakan:

    I just want to tell you that I’m newbie to blogging and actually enjoyed you’re website. Probably I’m planning to bookmark your blog . You surely have remarkable articles and reviews. Thanks a bunch for revealing your blog site.

  2. white whall mengatakan:

    The Absent Game

    Involving me and my husband we’ve owned a lot more MP3 gamers over the years than I can count, which includes Sansas, iRivers, iPods (basic & touch), the Ibiza Rhapsody, etc. But, the last few a long time I’ve settled down to one line of gamers.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s