Tanah Tak Berinjak

Dia tumbuh, meski tak berkembang
Dia beraja ria, berprajurit kepedihan
Melambai bersama udara dan anak angin
Mengikis beban yang berukuran

Dia sendiri, benar penyendiri
Berjari pada diri, bertegar dalam renungan
Imajin bersorak-sorai meramaikan jati batin
Mengiris fikiran yang telah teramputasi

Tiada hari yang tak jenuh pada waktu
Bahwa ia bersama diri, seorang rabun
Menyentuh kelembutan cairan yang mengotori
Berbaring pada punggung, kembali tetap hati

Iklan

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s