Selembar tipis mungil itu memanggil jiwa yang sepi

Membuat diri berdusta atas diri

Memomokan asa yang  telah terbang berayun pada deras angin

Menyiulkan batin yang ingin dibangkiti

 

Mengapa ia mencoba menuntun rindu akan cita ?

Mengapa lembut lagunya mengantarkan otak beku pada radar yang hebat ?

Dikasihi pada nadar yang terusak waktu, empati diri

Jangan mendatangkan madu dengan kumbangnya

 

Bila cita menakuti dan memedihkan mata

Singgasana hati akan terlepas dari sang mahkota

Namun, apakah ia mampu melilitkan sakit itu ?

Ataukah ia akan terperangkap pada bualan itu ?

Jangan memberi gula pada prajurit buas

About rumah radhen

a girl| 03021994 | palembang, indonesia|

One response »

  1. Steffen mengatakan:

    Asking questions are actually fastidious thing if you are
    not understanding somrthing entirely, but this piece of writing ives pleasant understanding yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s