Kediamanku semestinya sudah diramaikan oleh beberapa teman terdekatku, namun karena cuaca menangis jadi sedikit berantakan. Disiang itu, hanya ada aku, fatimah, maya, dan siti yang menanti kedatangan para karibku.

Hari itu ialah hari spesialku, yang semestinya tidak ada kekecewaan yang menghampiri diriku untuk berbagi kasih pada para sobatku. Namun, karena beberapa alasan yang cukup logis yang membuatku nyaris menyia-nyiakan basahnya mataku.

Handphone-ku berdering. Aku bergegas mengambilnya dan menjawab panggilan itu.

“Hallo ?” Sapaku.

“Ndri, sorry. Ban motor aku disuntik paku. Mungkin aku agak telat datang ke rumah kau.” Jelas Ataiy.

Aku hanya terdiam dalam kekecewaan dan mencoba memahami yang terjadi.

“Okelah.” Desahku menelan tak berbahagia.

Aku pun mengakhiri perbincangan singkat elektronik itu. Satu jam aku menunggu dalam kegelisahan yang tak kunjung usai. Ovita, teman dekat yang paling dekat, ia pun tak memberi kabar mengenai kehadirannya. Aku telah mengirim pesan singkat padanya, namun ia tak membalas. Lagi, kecewa !

Pada situasi itu, aku merasa tersengat dalam kemelut diri yang menggubrak menggoncang fikiran positif.

Waktu berlalu lalang, Jam dinding pun menertawaiku. 2 jam  telah menunggu, masih belum bertanda hadir.

Handphone-ku berdering lagi. kali ini dari silvia, temanku yang setia menemaniku dalam basahnya jelang sore-sore.

“Ada apa, sil ?” Tanyaku lelah.

“Ndri, kayaknya Ovita nggak bisa hadir. Dia lagi ada masalah dengan keluarganya. Aku sekarang lagi di rumah Ovita, aku nggak berani mau ajak dia keluar. Malah dia marah-marah padaku.” Jawab Silvia.

“Ntar aku coba hubungi dia, sil. Kabari aku mengenai perkembangan selanjutnya.”

Aku pun menghubungi Ovita, teman sejawatku.

“Hallo, Ovita.”

“Ndri, sorry. Kayaknya aku nggak bisa ke rumah kau. Sulit aku untuk keluar rumah sekarang.”

Aku merasa diterjunkan ke palung kekecewaan didalam dunia yang berkabung ini. Ingin marah, namun aku tak bisa. Kecewa ? Wajar. Namun, apakah aku mesti kecewa pada kondisi yang memerahkan lampu raya untuk terus memacu kendaraan ? Aku rasa, tidak.

Kembali, aku mengakhiri telpon.

Waktu pun bosan melihatku duduk menunggu para kerabatku. Waktu pun akhirnya berbaik hati padaku dengan menghadiahkan kehadiran ataiy dan widia. Setidaknya lengkungan bibirku mulai terlihat sedikit indah.

Namun, ketika mereka menginjakkan kaki di rumahku, ataiy dan widia pun langsung mendekatiku dan menjelaskan realita yang terjadi.

“Ndri, Silvia dan Ovita beneran nggak bisa datang,” Ucap Ataiy.

“Ovita marah-marah dengan Silvia, malah silvia diacuhkan oleh Ovita.” Tambah Widya.

Raut wajahku mulai menampakkan kekecewaan terhadap melodi itu. Namun, aku terbangun dalam polosku ketika aku melihat Silvia dan Ovita datang ke rumahku dengan membawa kue tar yang menawan dan beberapa bingkisan elok di tangan mereka.

Aku terkejut dan benar-benar tidak menyangka hal sebodoh itu terjadi padaku. Aku dibuali oleh teman-teman karibku. Aku ingin meluapkan rasa tak enak di jiwaku, namun aku bahagia disambut dengan kasih yang tak terhingga.

Aku sangat bersuka ria mereka hadir dan turut berbagi kehangatan di hari spesialku. Mereka benar-benar temang terbaikku. Ovita yang sedikit bawel, namun ia merupakan sosok teman yang sangat hangat. Ataiy, dia sedikit genit, wajar sih, perempuan. Widya, ia sedikit pemalu dan kurang berkomunikasi, namun ia terlalu lembek dalam hal pertemanan, dan tentunya percintaan. Meski demikian, aku bingung padanya, ia lebih menonjol dalam segi percintaan dibandingkan aku. Aku kan polos, hehe, jadi belum mengerti tentang cinta. Dan yang terakhir ialah Silvia. Teman yang bersedia mengantarkan aku dalam kondisi hujannya hujan.

Aku sangat beruntung memiliki teman seperti mereka. Teman yang selalu ada untukku.Dan teman gokil yang segokilnya yang pernah aku miliki, terutama Ovita, teman gombal-gembelku.

About rumah radhen

a girl| 03021994 | palembang, indonesia|

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s