i_love_my_best_friend_card-p137764144579287367q6k5_400

Inginku menguras batin ini, dan mengelolah hari baru dengan semeringah yang tak kunjung pupus. Aku berfikir mengenai masa kasih gemetar melirik cinta.

“Entah apa yang terjadi.” aku tetap mengiringi senduh mataku.

Baling yang terus berputar membuat suasana menjadi butir-butir yang kekal. Aku tetap melangkah mengarungi jalan ramai yang tak pernah senyap.

“Aaaaaaaaaaaaa ! Mengapa cintaku tak kunjung sampai ? Apakah ia tak berprasangka cinta kembali padanya ?” Gumamku dalam darah yang bergemuruh amarah.

“Tak mampukah engkau membaca syair cinta yang merapikan lafal indah ?”

“Memang, ku hanya anak baru yang mencari kedamaian kasih yang kurasa.”

Aku terus berkata, mengeluh pada diri yang tak bereaksi pada waktu. Tak mampu berkomitmen pada diri tentang kasih yang menghampiri, terlalu takut untuk cinta.

“Aku berkasih pada pria yang memberiku kasih, namun aku bercinta pada sosok yang tiada waktu tanpa dia.”

“Haruskah aku melepas cinta yang pasti dan menanti cinta abu-abu ?”

Bayang langkahku berhenti, menyatu pada bayang orang yang mendekatiku.

“Aku dari tadi mencari kamu.” Ucap Fredy padaku.

“Oh, sorry. Ok, kita langsung ke forum aja.” Tawarku.

Aku dan fredy pun bergegas ke forum diskusi yang tiada akhir. Aku sangat menyukai fredy, entah mengapa aku malah berstatus pada Alfa, teman fredy.

Sering aku mengoreksi tabiat mereka berdua, namun hanya dalam kalbuku. Menurutku, fredy ialah seseorang yang kreatif, friendly, meski kadang jutek terhadap teman yang kurang dekat dengan dia.

Begitulah cara berteman, yang dekat semakin dekat yang jauh entah kemana.

Dan Alfa, dia tipe orang yang kurang romantis, seringkali membuatku merasa tercekam oleh kejenuhan. Terbesit dibenakku untuk melepasnya, namun ia terlalu baik dan sabar padaku. Benar-benar membuatku galau tak menentu.

Jejak aku dan Fredy pun sampai ke forum diskusi menyebalkan itu.

Aku mengira bahwa aku dan Fredy terlambat, tapi yang terjadi sebaliknya sunyi sepi menyertai.

Aku sangat ingin berdendang pada Fredy mengulas semua isi kegundahan hati, namun aku tak ingin dia tahu mengenai siapa yang aku cintai.

“Bagaimana hubungan kamu dengan Alfa ?” Fredy membuka pembicaraan.

“Hah ? Aku ? Aku dengan Alfa dilancar-lancarkan saja.” Jawabku kaku dan dibawah canda.

“Dilancarkan saja ? Maksudnya ?” Tanya Fredy penasaran.

Ingin aku membuka selebar-lebarnya tali yang mengikat hati.

“Maksudnya aman-aman saja.”

“Aku memiliki cinta untuk orang lain, namun aku tak ingin menyakiti dia.” kata yang terlontar dengan cetusnya.

“Hah ?” Fredy terkejut mengerkan pelisanan itu.

Aku terdiam sejenak. Aku pun melakukan pergulatan fikiran, alhasil aku mengudarakannya.

“Aku menyukai kamu, fredy. Jauh sebelum aku menerima kehadiran kasih Alfa.” Lafalku.

Fredy hanya terdiam dikeheningan suhu ruangan yang semakin dingin.

“Meski itu yang terjadi, aku tak ingin menyakiti Alfa. Cukup mengungkapkan padamu, aku bahagia. Walau aku tidak menjadi milikmu.” Tambahku pelan.

Alfa yang telah berdiri dikejauhan mendengar perbincangan kami. Ia hanya berdiri, tersudut dan terkaku, bagai patung yang mati. Namun, setelah percakapan empat mata kami usai, ia menghampiri kami.

“Terima kasih telah menjaga hatiku.”

Hanya itu yang keluar dari bibir Alfa. Aku tersenyum padanya, meski terasa canggung. Fredy pun meninggalkan kami berdua.

“Maaf, aku hanya ingin melegakan hatiku dan melepaskannya.” Ucapku datar.

“Tidak mengapa.” Jawabnya dingin.

“Maaf, kamu telah mendengar semua.”

No problem.” Lagi, jawabnya.

“Lepaskan, bila memang harus dilepas. Jaga, Kalau memang harus dipertahankan.” Tambahnya.

“Aku menyukaimu karena kamu. Terima kasih telah menanggapi rasaku.” Lanjutnya.

Aku terdiam, ia tersenyum.  Aku tak paham hendak berucap apa. Aku tak bersahabat dengan situasi itu. Disaat itu, semua aku serahkan padanya, lanjutkah ? Usaikah ? Awalnya semua gantung. Namun, hingga akhirnya semua usai, tak ada lagi rasa tak enak, tak ada lagi kasih yang tak terbalas, semua teman, dan semua sama.

About rumah radhen

a girl| 03021994 | palembang, indonesia|

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s