Manusia seringkali melupakan kemampuan di dalam dirinya. Mereka tidak menyadari bahwa tuhan memberikan kelebihan di setiap individu  manusia. Berbagai argumentasi yang diungkapkan oleh manusia itu sendiri, terutama bagi mereka yang pesimis terhadap jalannya kehidupan. Alasan yang tak semestinya mereka ucapkan untuk dirinya, mereka lafalkan. “Aku tidak sepintar dia”, “Aku ingin pintar seperti ia, namun aku tak mampu”, kedua kalimat itu sering kali diperdengarkan oleh setiap individunya.

Alangkah sayangnya, mereka yang tidak berusaha untuk memanfaatkan kemampuan dirinya. Mempergunakan kecerdasan otak dan daya fikir mereka. Malas berfikir manusia tiap individunya merupakan faktor utama yang dipergunakan untuk memperalat diri mereka sendiri. Berusaha dan usaha mereka, mereka acuhkan. Fasilitas yang diberikan tuhan didalam dirinya, seperti kecerdasan intelektual, bakat, dan lain sebagainya, hanya dianggap sebagai hiasan kalbu belaka.

Bila ditelaah kembali, kecerdasan manusia semua sama. Hanya saja, bagi mereka yang giat, ulet, maka kecerdasan itu akan terpelihara sebagaimana mereka menjaga kesehatan mereka. Begitulah manusia, dan begitu pula kehidupan. Semua harus dipilih dan memilih. Bagi mereka yang berjalan lurus, mereka akan memanen buah yang manis, dan sebaliknya. Mereka yang tak menganggap ada fasilitas di dalam diri mereka, mereka akan terjerumus ke dalam kebelengguan kehidupan.

About rumah radhen

a girl| 03021994 | palembang, indonesia|

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s